| Start: | Nov 25, '08 2:00p |
| End: | Nov 25, '08 4:00p |
| Location: | GRIPS, L-F |
Bismillahirrahmaanirrahiiim... hopefully everything goes well...:).
***
Nishi Chiba, 24 October 2008 (22.23 JST)
*Saigo made gambarimashooo:)*
| Start: | Nov 25, '08 2:00p |
| End: | Nov 25, '08 4:00p |
| Location: | GRIPS, L-F |
| Start: | Oct 24, '08 |
| Location: | GRIPS |
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Computers & Electronics |
| Product Type: | Other |
| Manufacturer: | The Egyptian Center for CULTNAT |
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Computers & Electronics |
| Product Type: | Other |
| Manufacturer: | The Egyptian Center for CULTNAT |
| Category: | Other/General |
| Price: | see the website |
Bulan Ramadhan dan Syawal ini ada beberapa peristiwa yang terjadi. Peristiwa yang di saat-saat setoran tak kunjung padam itu mulai berlalu, mulai terpikirkan sebagai rangkaian peristiwa yang saling berkaitan.
Dimulai dari ketidakpastian suatu hal yang berlarut-larut, yang diikuti dengan berita ini. Di saat-saat terberat itulah, Allah memberikan keringanan dalam perwujudan para sahabat, yang membantu menguatkanku. Bahkan beberapa hari kemudian, mulai ada titik terang tentang ketidakpastian tadi (“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” - Q.S. 94:5).
Yang kedua, ada hal lain pula yang selama ini kuharapkan, namun selalu dijauhkan, walaupun berbagai usaha telah dilakukan. Di minggu2 terakhir Ramadhan, mendadak ada tawaran dari kampus, yang hasilnya memang tak seberapa, namun waktunya sesuai dengan jadwal ketatku di tengah himpitan deadline. Belum lagi pengalaman bertemu dengan para mahasiswa baru yang kocak dan menghibur selama menjalani tugas tadi, yang membuat ketegangan berkejaran dengan setoran agak berkurang. Baru terpikirkan olehku, bila tawaran lain itu didapatkan, mungkin akan terjadi kesulitan untuk mengatur jadwal nguber setoranku (“…. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” - Q.S. 2:216 ).
Last but not least, tentang nikmat kesehatanku hingga saat ini. Walaupun beberapa bulan belakangan ini jadwal tidur dan makanku sangat berantakan (tidur habis Subuh, bahkan pernah jam 8 pagi, makan hanya 2 kali sehari… lah wong waktu sarapan bentrok dengan jam tidur, hehehe…), namun Alhamdulillah, hingga saat ini masih sehat walafiat, dan sejauh ini masih mampu menyelesaikan semua tuntutan setoran tepat pada waktunya. Subhanalllah, walhamdulillah...
.
Beberapa peristiwa ini membuatku berpikir, betapa kecil sekali rasanya diri ini… terutama bila mengingat: “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
***
(Dari sini)
Nishi Chiba, 14 Oktober 2008 (23.18 JST)
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Other |
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Other |
Hampir 13 tahun,
kita di tempat yang berbeda
menjelang 12 purnama,
kita t’lah tak bersua
hingga berita itu tiba
kabarkan engkau tutup usia.
Ummi, berjuta terima kasih pun takkan sanggup mewakilinya,
untuk semua nasehat yang tersampaikan,
untuk semua kasih yang tak terlupakan
untuk semua doa yang terpanjatkan
untuk semua perhatian yang tercurahkan
untuk semua perlindungan yang terluahkan
untuk semua tangis yang tertumpahkan
untuk semua tawa yang menghiburkan
untuk semua keringat yang bercucuran
untuk semua kesabaran yang menenangkan
bahkan seluruh ketegasan yang mengarahkan.
Maafkan aku, Ummi…
‘tuk semua resah yang kutimbulkan
‘tuk semua sedih yang kutimpakan
‘tuk perhatian yang kuabaikan
‘tuk semua amarah yang kusebabkan
‘tuk keinginanmu yang belum tertunaikan
juga ucapan milad dan penghormatan terakhir yang tak tersampaikan.
Di 17 Ramadhan, hanya doaku bagimu,
semoga Allah selalu menjagamu,
melapangkan kuburmu,
mengampuni segala khilafmu,
menggugurkan semua dosamu,
menerima amal ibadahmu
dan memberi tempat terbaik untukmu…
karena bagiku, di dunia ini hanya ada satu Ummi sepertimu.
Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu 'anha ...
Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha…
***
Nishi Chiba, 19 September 2008 (02.24 JST)/19 Ramadhan 1429 H
*Sehari setelah pemakaman Ummi di TPU Karet-Jakarta, 18 September 2008, pk. 11.34 WIB*
Hampir 13 tahun,
kita di tempat yang berbeda
menjelang 12 purnama,
kita t’lah tak bersua
hingga berita itu tiba
kabarkan engkau tutup usia.
Ummi, berjuta terima kasih pun takkan sanggup mewakilinya,
untuk semua nasehat yang tersampaikan,
untuk semua kasih yang tak terlupakan
untuk semua doa yang terpanjatkan
untuk semua perhatian yang tercurahkan
untuk semua perlindungan yang terluahkan
untuk semua tangis yang tertumpahkan
untuk semua tawa yang menghiburkan
untuk semua keringat yang bercucuran
untuk semua kesabaran yang menenangkan
bahkan seluruh ketegasan yang mengarahkan.
Maafkan aku, Ummi…
‘tuk semua resah yang kutimbulkan
‘tuk semua sedih yang kutimpakan
‘tuk perhatian yang kuabaikan
‘tuk semua amarah yang kusebabkan
‘tuk keinginanmu yang belum tertunaikan
juga ucapan milad dan penghormatan terakhir yang tak tersampaikan.
Di 17 Ramadhan, hanya doaku bagimu,
semoga Allah selalu menjagamu,
melapangkan kuburmu,
mengampuni segala khilafmu,
menggugurkan semua dosamu,
menerima amal ibadahmu
dan memberi tempat terbaik untukmu…
karena bagiku, di dunia ini hanya ada satu Ummi sepertimu.
Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu 'anha ...
Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha…
***
Nishi Chiba, 19 September 2008 (02.24 JST)/19 Ramadhan 1429 H
*Sehari setelah pemakaman Ummi di TPU Karet-Jakarta, 18 September 2008, pk. 11.34 WIB*
Hari ini, 17 September 2008, sekitar 30-orang temanku diwisuda. Acara berlangsung di lt. 1, dari pk. 14.30 JST. Berhubung ruang auditorium ini didisain sedemikian rupa sehingga tidak ada sinyal HP, maka HP kutinggal di study room, lt. 6.
Acara berakhir pk. 17.30, dan begitu kucek HP, ternyata ada 10 SMS dan 1 miskol. Dengan perasaan berdebar2 aku langsung menyusuri daftar SMS… dan ada 2 SMS berturut2 dari Si Bungsu, satu2nya orang yang hanya SMS di saat penting saja.
Langsung kubuka, dan…: (16.27.56 JST atau 14.27.56 WIB) Umi meninggal, mau plg gak?
SMS berikutnya: (16.46.28 JST) Plg ga? Rencana ditumpuk ama m ida.
Langsung nelpon Si Bungsu, sholat, nelpon travel untuk nguber tiket pesawat, lalu pulang karena bandara searah dengan rumahku. Dan saat sudah deket stasiun KA, ternyata dapet berita bahwa semua penerbangan malam tidak terkejar, karena posisiku di kampus saat itu yang sekitar 2,5 jam dari bandara. Pesawat terpagi ke Telpon ke rumah, dan keluarga bilang nggak usah pulang kalau nggak keburu ngeliat sebelum pemakaman. Kabar terakhir, Alhamdulillah, ternyata kavling di sebelah M. Ida kosong, jadi Ummi tidak ditumpuk, namun berjajar dengan kakak sulung dan adiknya.
Jadi … akhirnya di sinilah aku, dikelilingi para teman yang dengan setia menanti hingga aku datang dan pergi, tak membiarkanku untuk sendiri. Thanks to you, my dearest friends… it really means a lot to me… I really appreciate it.
Buat teman2 semuanya… terima kasih sekali atas dukungan yang tak pernah putus, baik moril maupun materiil, baik secara langsung, maupun tak langsung…
Jazakumullah khairan katsiran…
Mohon maaf atas segala kekhilafan Ummi selama ini, dan juga mohon doanya, agar Allah mengampuni segala dosa-dosa beliau, menerima amal ibadahnya, dan melapangkan kuburnya, Amiiin… ya Rabbal ‘Alamiiiin….
* Maafkan aku, Ummi… bahkan satu2nya keinginanmu pun belum dapat kami wujudkan…*
***
Hari ini, 17 September 2008, sekitar 30-orang temanku diwisuda. Acara berlangsung di lt. 1, dari pk. 14.30 JST. Berhubung ruang auditorium ini didisain sedemikian rupa sehingga tidak ada sinyal HP, maka HP kutinggal di study room, lt. 6.
Acara berakhir pk. 17.30, dan begitu kucek HP, ternyata ada 10 SMS dan 1 miskol. Dengan perasaan berdebar2 aku langsung menyusuri daftar SMS… dan ada 2 SMS berturut2 dari Si Bungsu, satu2nya orang yang hanya SMS di saat penting saja.
Langsung kubuka, dan…: (16.27.56 JST atau 14.27.56 WIB) Umi meninggal, mau plg gak?
SMS berikutnya: (16.46.28 JST) Plg ga? Rencana ditumpuk ama m ida.
Langsung nelpon Si Bungsu, sholat, nelpon travel untuk nguber tiket pesawat, lalu pulang karena bandara searah dengan rumahku. Dan saat sudah deket stasiun KA, ternyata dapet berita bahwa semua penerbangan malam tidak terkejar, karena posisiku di kampus saat itu yang sekitar 2,5 jam dari bandara. Pesawat terpagi ke Telpon ke rumah, dan keluarga bilang nggak usah pulang kalau nggak keburu ngeliat sebelum pemakaman. Kabar terakhir, Alhamdulillah, ternyata kavling di sebelah M. Ida kosong, jadi Ummi tidak ditumpuk, namun berjajar dengan kakak sulung dan adiknya.
Jadi … akhirnya di sinilah aku, dikelilingi para teman yang dengan setia menanti hingga aku datang dan pergi, tak membiarkanku untuk sendiri. Thanks to you, my dearest friends… it really means a lot to me… I really appreciate it.
Buat teman2 semuanya… terima kasih sekali atas dukungan yang tak pernah putus, baik moril maupun materiil, baik secara langsung, maupun tak langsung…
Jazakumullah khairan katsiran…
Mohon maaf atas segala kekhilafan Ummi selama ini, dan juga mohon doanya, agar Allah mengampuni segala dosa-dosa beliau, menerima amal ibadahnya, dan melapangkan kuburnya, Amiiin… ya Rabbal ‘Alamiiiin….
* Maafkan aku, Ummi… bahkan satu2nya keinginanmu pun belum dapat kami wujudkan…*
***