Showing posts with label myparents. Show all posts
Showing posts with label myparents. Show all posts

Sunday, September 28, 2008

Begitu Cepat Engkau Berlalu…

http://beta.123greetings.com/events/eid_ul_fitr/friends/friends16.html
Rasulullah SAW bersabda,”Wahai segenap manusia, telah datang kepadamu bulan Allah (Ramadhan) dengan membawa barakah, rahmat, dan pengampunan, yaitu bulan di mana kamu diundang untuk perjamuan Allah. Nafas-nafasmu adalah tasbih, ucapanmu adalah ibadah, amalanmu diterima, dan doamu dikabulkan.” ( Al-Hadist)•

Tak terasa, beberapa hari lagi bulan suci ini akan berlalu. Ada sebongkah sesal, karena Ramadhan kali ini terasa lebih cepat dari biasanya. Kesibukan berlomba dengan tenggat disertasi, membuatku melewatkan malam-malam ini bersama sang kompie, menggantikan ayat-ayat suci yang mestinya kulantunkan.

Bahkan setelah rangkaian deadline terlampaukan, kehilangan terbesarku membuat pertengahan akhir Ramadhan ini terasa jauh lebih cepat berlalu bersama alunan dukaku. Walaupun yakin, bahwa ini pastilah yang terbaik bagi Ummi, namun tetap saja ada duka yang menyeruak, saat terbayang bahwa di Idul Fithri kali ini takkan kutemukan lagi wajah teduhnya, dan suara lembutnya, yang menjawab permintaan maaf kami setelah shalat Ied.

Ah, Ramadhan… begitu cepat engkau berlalu…. Semoga Kau sampaikan kami pada Ramadhan berikutnya….
Teriring ucapan:
Selamat Hari Raya Idul Fithri 1429 H,
Taqoballahu minna wa minkum,
Shiyamana wa shiyamakum.
Mohon maaf lahir dan bathin,
Atas segala kekhilafan, baik lisan maupun tulisan,
Baik perkataan, maupun sikap dan perbuatan.

Terima kasih dari lubuk hatiku yang terdalam… atas segala dukungan dan doa rekan-rekan semuanya dalam melewati masa-masa terberat itu. Hanya Allah SWT yang dapat membalas segala kebaikan kalian padaku dan keluargaku. Jazakumullah khairan katsiran….

Selamat berlebaran bersama keluarga tercinta, semoga lancar dan selamat dalam perjalanan mudiknya….
***
• Kalender Muslim Gema Insani Press, 2008.

Nishi Chiba, 28 September 2008 (22.23 JST)



orkut graphics, glitters, tricks, games and comments

ORKUT123.COM - ultimate resource for orkut graphics, glitters, tricks and games

Begitu Cepat Engkau Berlalu…

http://beta.123greetings.com/events/eid_ul_fitr/friends/friends16.html
Rasulullah SAW bersabda,”Wahai segenap manusia, telah datang kepadamu bulan Allah (Ramadhan) dengan membawa barakah, rahmat, dan pengampunan, yaitu bulan di mana kamu diundang untuk perjamuan Allah. Nafas-nafasmu adalah tasbih, ucapanmu adalah ibadah, amalanmu diterima, dan doamu dikabulkan.” ( Al-Hadist)•

Tak terasa, beberapa hari lagi bulan suci ini akan berlalu. Ada sebongkah sesal, karena Ramadhan kali ini terasa lebih cepat dari biasanya. Kesibukan berlomba dengan tenggat disertasi, membuatku melewatkan malam-malam ini bersama sang kompie, menggantikan ayat-ayat suci yang mestinya kulantunkan.

Bahkan setelah rangkaian deadline terlampaukan, kehilangan terbesarku membuat pertengahan akhir Ramadhan ini terasa jauh lebih cepat berlalu bersama alunan dukaku. Walaupun yakin, bahwa ini pastilah yang terbaik bagi Ummi, namun tetap saja ada duka yang menyeruak, saat terbayang bahwa di Idul Fithri kali ini takkan kutemukan lagi wajah teduhnya, dan suara lembutnya, yang menjawab permintaan maaf kami setelah shalat Ied.

Ah, Ramadhan… begitu cepat engkau berlalu…. Semoga Kau sampaikan kami pada Ramadhan berikutnya….
Teriring ucapan:
Selamat Hari Raya Idul Fithri 1429 H,
Taqoballahu minna wa minkum,
Shiyamana wa shiyamakum.
Mohon maaf lahir dan bathin,
Atas segala kekhilafan, baik lisan maupun tulisan,
Baik perkataan, maupun sikap dan perbuatan.

Terima kasih dari lubuk hatiku yang terdalam… atas segala dukungan dan doa rekan-rekan semuanya dalam melewati masa-masa terberat itu. Hanya Allah SWT yang dapat membalas segala kebaikan kalian padaku dan keluargaku. Jazakumullah khairan katsiran….

Selamat berlebaran bersama keluarga tercinta, semoga lancar dan selamat dalam perjalanan mudiknya….
***
• Kalender Muslim Gema Insani Press, 2008.

Nishi Chiba, 28 September 2008 (22.23 JST)



orkut graphics, glitters, tricks, games and comments

ORKUT123.COM - ultimate resource for orkut graphics, glitters, tricks and games

Thursday, September 18, 2008

Selamat Jalan, Ummi …

Hampir 13 tahun,

kita di tempat yang berbeda

menjelang 12 purnama,

kita t’lah tak bersua

hingga berita itu tiba

kabarkan engkau tutup usia.

 

Ummi, berjuta terima kasih pun takkan sanggup mewakilinya,

untuk semua nasehat yang tersampaikan,

untuk semua kasih yang tak terlupakan

untuk semua doa yang terpanjatkan

untuk semua perhatian yang tercurahkan

untuk semua perlindungan yang terluahkan

untuk semua tangis yang tertumpahkan

untuk semua tawa yang menghiburkan

untuk semua keringat yang bercucuran

untuk semua kesabaran yang menenangkan

bahkan seluruh ketegasan yang mengarahkan.

 

Maafkan aku, Ummi…

‘tuk semua resah yang kutimbulkan

‘tuk semua sedih yang kutimpakan

‘tuk perhatian yang kuabaikan

‘tuk semua amarah yang kusebabkan

‘tuk keinginanmu yang belum tertunaikan

juga ucapan milad dan penghormatan terakhir yang tak tersampaikan.

 

Di 17 Ramadhan, hanya doaku bagimu,

semoga Allah selalu menjagamu,

melapangkan kuburmu,

mengampuni segala khilafmu,

menggugurkan semua dosamu,

menerima amal ibadahmu

dan memberi tempat terbaik untukmu…

karena bagiku, di dunia ini hanya ada satu Ummi sepertimu.

 

Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu 'anha ...

Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha…

 

***

Nishi Chiba, 19 September 2008 (02.24 JST)/19 Ramadhan 1429 H

*Sehari setelah pemakaman Ummi di TPU Karet-Jakarta, 18 September 2008, pk. 11.34 WIB*

 

Selamat Jalan, Ummi …

Hampir 13 tahun,

kita di tempat yang berbeda

menjelang 12 purnama,

kita t’lah tak bersua

hingga berita itu tiba

kabarkan engkau tutup usia.

 

Ummi, berjuta terima kasih pun takkan sanggup mewakilinya,

untuk semua nasehat yang tersampaikan,

untuk semua kasih yang tak terlupakan

untuk semua doa yang terpanjatkan

untuk semua perhatian yang tercurahkan

untuk semua perlindungan yang terluahkan

untuk semua tangis yang tertumpahkan

untuk semua tawa yang menghiburkan

untuk semua keringat yang bercucuran

untuk semua kesabaran yang menenangkan

bahkan seluruh ketegasan yang mengarahkan.

 

Maafkan aku, Ummi…

‘tuk semua resah yang kutimbulkan

‘tuk semua sedih yang kutimpakan

‘tuk perhatian yang kuabaikan

‘tuk semua amarah yang kusebabkan

‘tuk keinginanmu yang belum tertunaikan

juga ucapan milad dan penghormatan terakhir yang tak tersampaikan.

 

Di 17 Ramadhan, hanya doaku bagimu,

semoga Allah selalu menjagamu,

melapangkan kuburmu,

mengampuni segala khilafmu,

menggugurkan semua dosamu,

menerima amal ibadahmu

dan memberi tempat terbaik untukmu…

karena bagiku, di dunia ini hanya ada satu Ummi sepertimu.

 

Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu 'anha ...

Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha…

 

***

Nishi Chiba, 19 September 2008 (02.24 JST)/19 Ramadhan 1429 H

*Sehari setelah pemakaman Ummi di TPU Karet-Jakarta, 18 September 2008, pk. 11.34 WIB*

 

Wednesday, September 17, 2008

After my friends' Graduation Ceremony-Mohon maaf dan doa buat Ummi...

Hari ini, 17 September 2008, sekitar 30-orang temanku diwisuda. Acara berlangsung di lt. 1, dari pk. 14.30 JST. Berhubung ruang auditorium ini didisain sedemikian rupa sehingga tidak ada sinyal HP, maka HP kutinggal di study room, lt. 6.

Acara berakhir pk. 17.30, dan begitu kucek HP, ternyata ada 10 SMS dan 1 miskol. Dengan perasaan berdebar2 aku langsung menyusuri daftar SMS… dan ada 2 SMS berturut2 dari Si Bungsu, satu2nya orang yang hanya SMS di saat penting saja.

Langsung kubuka, dan…: (16.27.56 JST atau 14.27.56 WIB) Umi meninggal, mau plg gak? 

SMS berikutnya: (16.46.28 JST) Plg ga? Rencana ditumpuk ama m ida.

My mother has passed away when I was in the graduation ceremony!

Langsung nelpon Si Bungsu, sholat, nelpon travel untuk nguber tiket pesawat, lalu pulang karena bandara searah dengan rumahku. Dan saat sudah deket stasiun KA, ternyata dapet berita bahwa semua penerbangan malam tidak terkejar, karena posisiku di kampus saat itu yang sekitar 2,5 jam dari bandara. Pesawat terpagi ke Jakarta pun cuman nyampe Jakarta pk. 17.00-an WIB, padahal Ummi akan dimakamkan tgl. 18 September ini di TPU Karet Bivak sekitar pk. 11-an. Telpon ke rumah, dan keluarga bilang nggak usah pulang kalau nggak keburu ngeliat sebelum pemakaman. Kabar terakhir,  Alhamdulillah,  ternyata kavling di sebelah  M.  Ida kosong,  jadi Ummi  tidak  ditumpuk, namun berjajar dengan kakak sulung dan adiknya.

 

Jadi … akhirnya di sinilah aku, dikelilingi para teman yang dengan setia menanti hingga aku datang dan pergi, tak membiarkanku untuk sendiri. Thanks to you, my dearest friends… it really means a lot to me… I really appreciate it.

 

Buat teman2 semuanya… terima kasih sekali atas dukungan yang tak pernah putus, baik moril maupun materiil, baik secara langsung, maupun tak langsung…

Jazakumullah khairan katsiran…

 

Mohon maaf atas segala kekhilafan Ummi selama ini, dan juga mohon doanya, agar Allah mengampuni segala dosa-dosa beliau, menerima amal ibadahnya, dan melapangkan kuburnya, Amiiin… ya Rabbal ‘Alamiiiin….

* Maafkan aku, Ummi… bahkan satu2nya keinginanmu pun belum dapat kami wujudkan…*

***

(Foto Ummi di Narita, sebelum balik ke RI, 11 Juni 2006, sebelum stroke ke-4)

Nishi Chiba, 18 September 2008 (02.46 JST), di tengah SMS yang terus bermunculan….

After my friends' Graduation Ceremony-Mohon maaf dan doa buat Ummi...

Hari ini, 17 September 2008, sekitar 30-orang temanku diwisuda. Acara berlangsung di lt. 1, dari pk. 14.30 JST. Berhubung ruang auditorium ini didisain sedemikian rupa sehingga tidak ada sinyal HP, maka HP kutinggal di study room, lt. 6.

Acara berakhir pk. 17.30, dan begitu kucek HP, ternyata ada 10 SMS dan 1 miskol. Dengan perasaan berdebar2 aku langsung menyusuri daftar SMS… dan ada 2 SMS berturut2 dari Si Bungsu, satu2nya orang yang hanya SMS di saat penting saja.

Langsung kubuka, dan…: (16.27.56 JST atau 14.27.56 WIB) Umi meninggal, mau plg gak? 

SMS berikutnya: (16.46.28 JST) Plg ga? Rencana ditumpuk ama m ida.

My mother has passed away when I was in the graduation ceremony!

Langsung nelpon Si Bungsu, sholat, nelpon travel untuk nguber tiket pesawat, lalu pulang karena bandara searah dengan rumahku. Dan saat sudah deket stasiun KA, ternyata dapet berita bahwa semua penerbangan malam tidak terkejar, karena posisiku di kampus saat itu yang sekitar 2,5 jam dari bandara. Pesawat terpagi ke Jakarta pun cuman nyampe Jakarta pk. 17.00-an WIB, padahal Ummi akan dimakamkan tgl. 18 September ini di TPU Karet Bivak sekitar pk. 11-an. Telpon ke rumah, dan keluarga bilang nggak usah pulang kalau nggak keburu ngeliat sebelum pemakaman. Kabar terakhir,  Alhamdulillah,  ternyata kavling di sebelah  M.  Ida kosong,  jadi Ummi  tidak  ditumpuk, namun berjajar dengan kakak sulung dan adiknya.

 

Jadi … akhirnya di sinilah aku, dikelilingi para teman yang dengan setia menanti hingga aku datang dan pergi, tak membiarkanku untuk sendiri. Thanks to you, my dearest friends… it really means a lot to me… I really appreciate it.

 

Buat teman2 semuanya… terima kasih sekali atas dukungan yang tak pernah putus, baik moril maupun materiil, baik secara langsung, maupun tak langsung…

Jazakumullah khairan katsiran…

 

Mohon maaf atas segala kekhilafan Ummi selama ini, dan juga mohon doanya, agar Allah mengampuni segala dosa-dosa beliau, menerima amal ibadahnya, dan melapangkan kuburnya, Amiiin… ya Rabbal ‘Alamiiiin….

* Maafkan aku, Ummi… bahkan satu2nya keinginanmu pun belum dapat kami wujudkan…*

***

(Foto Ummi di Narita, sebelum balik ke RI, 11 Juni 2006, sebelum stroke ke-4)

Nishi Chiba, 18 September 2008 (02.46 JST), di tengah SMS yang terus bermunculan….

Saturday, May 10, 2008

Kebahagiaan Seorang Ibu

Suatu hari, saat kami sedang berkumpul bersama, entah bagaimana awalnya, mendadak aku bertanya pada Ummi,”Mi, gimana caranya kita bisa membahagiakan Ummi?”

Sambil tersenyum lebar, Ummi berkata,” Itu sih gampang… Ummi sih gak perlu dibeliin apa-apa, yang penting kalian, anak-anak Ummi hidup tenang, punya keluarga rukun dan bahagia, Ummi pasti bahagia banget. Karena kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan Ummi juga….”

Dan kami pun terdiam. Kebahagiaan seorang ibu memang sangat sederhana, tak akan terlepas dari kebahagiaan anak-anaknya.
Semoga kebahagiaan Ummi segera terwujud, Amiiin...
***
(From here)

 
All that I am or ever hope to be, I owe to my angel Mother.  ~Abraham Lincoln


Nishi Chiba, 11 May 2008 (00.50 JST)
Happy Mother's Day...to all mothers everywhere...


Sunday, February 03, 2008

Ummi's Birthday

Start:     Sep 13, '08 01:00a
Insya Allah hari ini Ummi akan berulang tahun yang ke-69. Semoga sehat, bahagia, dan selalu mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT, Amiin.

Saturday, February 02, 2008

Ummi's Birthday

Start:     Sep 13, '08 01:00a
Insya Allah hari ini Ummi akan berulang tahun yang ke-69. Semoga sehat, bahagia, dan selalu mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT, Amiin.

Saturday, December 22, 2007

Kasih Ummi… Susah untuk Dipahami

Setiap kali aku membayangkan sosok Ummi, semakin bertambah kekaguman dan ketidakmengertianku padanya. Ummi yang kukenal, adalah seorang wanita yang sangat lemah lembut dan sabar. Namun di satu saat, ia bisa begitu marah kepada seseorang, ketika kakakku (yang baru berusia 4 tahunan saat itu) nyaris dicederainya.

Ummi juga sangat takut dengan ulat, ulat bulu, dan teman-temannya. Namun ia selalu dengan rela bertarung dengan para ulat itu, demi sambel goreng pete kesukaan adikku, ataupun sayur brokoli kegemaranku.

Ummi yang sangat takut melihat darah, dengan sabar dan tanpa mengeluh membersihkan darah yang mengucur dari daun telingaku, ketika sobek karena tersangkut bangku saat berayun-ayun di kelas 1 SD dulu.

Ummi yang penyuka pedas, dengan senang hati selalu membuatkan masakan khusus bagi Abi dan aku yang tidak tahan pedas, dan kemudian menyediakan menu pedas bagi dirinya dan kakak-adikku. Belakangan baru kutahu, betapa susahnya untuk menyediakan kedua jenis masakan itu, dengan rasa yang tetap nomor satu!

Ummi yang tidak mampu berpuasa setelah terkena stroke, selalu bangun dan menyiapkan sahur untuk kami, walaupun kami sudah berkali-kali melarangnya. “Pengen nemenin,”begitu jawabnya, sambil menemani kami sahur bersama dan menonton acara pengantar sahur di TV.

Ummi yang kaki kanannya agak lemah sejak terkena osteoporosis, tetap bersikukuh untuk memasak bagi anak-anaknya. “Makanan beli rasanya nggak enak, mending masak sendiri saja, lebih sehat,”begitu dalihnya, ketika kami selalu melarangnya, dan menganjurkan untuk beli makanan di warung sekitar saja.

Ummi yang terbiasa tidur malam agak awal, selalu terjaga dan setia menanti bila aku pulang larut dari kantor, walaupun sudah kutelepon sebelumnya. “Nggak bisa tidur kalau kamu belum pulang, takut ada apa-apa,”begitu katanya, setiap kami menganjurkan supaya tidur saja tanpa menungguku, karena adik/kakak yang terbiasa tidur larut pasti akan membukakan pintu untukku.

Ummi yang kini hanya terbaring di tempat tidur, selalu bertanya tanpa suara, apakah kami sudah makan atau belum. Bila kami jawab sudah, maka senyumnya akan mengembang, dan berlanjut dengan pertanyaan,”Makan apa?” Bila jawaban belum yang terucap, maka dahinya mendadak berkerut tanda tak suka, dan berucap lagi,”Kenapa?” Hingga jawaban,”Nanti dulu, masih kenyang,” atau,”Sebentar lagi, nungguin makanan datang,” akan kembali menghilangkan kerut di dahinya.

Ummi, ah… Ummi… begitu besar cintamu kepada kami, terlalu besar untuk dapat dipahami, dan tak mungkin terbalas oleh cinta kami. Terima kasih saja tak akan pernah cukup untuk menghargai setiap bening cintamu. Hanya sebaris doa yang dapat kuucapkan, Semoga Allah SWT selalu melimpahkan yang terbaik bagimu, dan menempatkanmu dalam lindungan-Nya.

***

Nishi Chiba, 22 Desember 2007 (18.03 JST)

Selamat Hari Ibu, bagi seluruh ibu di mana pun berada…semoga berkah Allah selalu melimpah, bagi seluruh cinta yang senantiasa terluah

Tuesday, November 20, 2007

Berat untuk Kembali

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa, beberapa hari lagi aku harus pergi ke negeri samurai, ‘tuk selesaikan tugas yang masih menanti. Berat rasanya untuk kembali, mengingat kondisi Ummi kini yang tak seperti sebelumnya. Yah, koma selama hampir 3 minggu yang dideritanya awal tahun ini, membuat Ummi hanya dapat terbaring di tempat tidur hingga kini. Berbicara hanya sepatah dua patah kata, itu pun dengan segenap tenaga, karena bernafas pun harus dibantu dengan tabung oksigen.

Itulah sebabnya, Ummi lebih sering berkomunikasi dengan bahasa isyarat: komat-kamit tanpa suara sambil mengernyitkan muka/alisnya, dan terkadang dibantu oleh gerakan tangannya yang menunjuk ke arah tertentu. Namun satu hal yang sangat kami syukuri, Ummi masih dapat mengingat dengan baik: keluarganya, sahabat-sahabatnya, bahkan sahabat-sahabat adikku yang dulu seringkali berkunjung ke rumah.

Memang Ummi tak lagi menyambutku di pintu ketika aku pulang malam, sambil bertanya dengan nada cemas,”Sudah makan, belum? Kok, malem pulangnya?” Namun ketika memasuki kamar saat Ummi terjaga, ia selalu tersenyum, menjawab salamku tanpa suara, dan terkadang menggerakkan bibirnya sambil mengernyitkan wajah, membentuk kata,”Sudah makan?” Bila kujawab ‘sudah’, kernyitan di wajahnya akan hilang, terlihat tenang, dan bahkan terkadang bertanya lagi tanpa suara,”Makan apa?”

Walaupun demikian, tetap saja suasana di rumah kini tak sama lagi. Kini Ummi tak lagi makan sambil tertawa bersama kami, menikmati acara komedi di TV ketika sahur. Ajakannya untuk bermain kartu remi di sore hari sambil ngabuburit, belum terdengar lagi. Ummi sekeluarga memang sangat mahir bermain kartu, bahkan ayah dan adiknya sering memenangkan pertandingan bridge. Itulah sebabnya, kami bertiga sudah terbiasa main kartu sejak sebelum masuk TK. Bahkan permainan kartu inilah yang membantu kami untuk memahami hitungan lebih cepat dibandingkan teman-teman sekelas. Saat di SD teman-teman baru bermain cangkulan, kami sudah terbiasa bermain 41, yang bila jumlah pemainnya kurang dari 4, dimodifikasi oleh Ummi menjadi 51, 60, bahkan 68, hehehe! Sejak kelas 3 SD, aku sudah terbiasa bermain remi di rumah, tidak hanya bersama Ummi dan kakak adikku, tapi juga para asisten pribadi Ummi;P.

Mainan kartu favorit Ummi adalah “Sendirian” alias Soliter. Yap, permainan ini sudah kukenal sejak SD, jauh sebelum masuk ke paket “permainan wajib” di setiap komputer! Biasanya jika Ummi sedang senggang, dan tak ada acara menarik di TV, langsung saja permainan ini digelar, dan aku ikut-ikutan membantu membuang kartu As dan teman-temannya dengan sok sibuk:D.

Kenangan manis lainnya tentang Ummi dan kartu, adalah saat bermain remi di Jepang bareng Ummi dan Faishal. Ummi selalu tertawa geli saat aku menyanyi “Bebekku”, terutama pada bagian:”…Berrrebut, berrrebut, sungguh ramainya…. Kwek kwek kwek, kwek kwek kwek, gembira ria….” Saking senangnya, sekembalinya Ummi dari Jepang, kakakku bilang bahwa Ummi selalu tertawa geli setiap menceritakan nyanyianku itu, sampai-sampai aku dijuluki Ummi “Si Raja Bebek” sejak itu:P. Itulah sebabnya, saat aku kembali tahun lalu, Ummi selalu memintaku menyanyikan lagu ini, terutama saat kita sedang bermain remi bareng.

Tak hanya di saat Ramadhan, silaturahmi Idul Fithri ke keluarga tahun ini pun terasa kurang ramai, karena Ummi tak ikut menemani. Aku pun semakin merindukan saat-saat Ummi menceritakan nostalgia kehidupan keluarganya, sejak kecil, maupun kisah-kisah awal pernikahannya dengan Abi. Kangen pula diriku pada suara Ummi yang selalu mengingatkan untuk tetap sarapan, pada saat aku tergopoh-gopoh berangkat karena bangun kesiangan. Atau keributan yang biasa terjadi saat Ummi ingin menonton film India kesayangannya di TV, namun bentrok dengan pertandingan bola favorit kakak dan adikku.

Masih terbayang pula raut wajah Ummi yang cemas, setiap aku kembali ke Jakarta dengan kondisi agak kurusan (biasanya memang menjelang pulang ke tanah air ada berbagai setoran yang harus dibereskan, sehingga timbanganku sering turun sekitar 2-3 kg saja), dengan pertanyaan yang amat susah untuk kujawab,”Mau dimasakin apa?” Hehehe, gimana nggak susah, wong masakan Ummi ini semuanya enak, kok! Apalagi saat datang dari negeri masakan tanpa rasa begini, wah! Apapun yang dimasak Ummi, pasti segera kuhabiskan dengan lahap:D.

Yah, situasi memang kini agak berbeda. Karena terkena serangan stroke kelima sebelum koma, maka Ummi memerlukan masa pemulihan yang agak lama. Namun Alhamdulillah, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit ada kemajuan pada Ummi. Akhir bulan lalu, Ummi sudah dapat mengangkat punggungnya sedikit. Bahkan saat aku baru saja tiba dari Bandung, Ummi mengajakku berbicara dengan suara, hingga beberapa kalimat!

Satu hal yang sangat kami kagumi (termasuk para dokternya), adalah semangat hidup Ummi yang sangat tinggi. Walau dalam keadaan seperti ini, Ummi sering kali tersenyum, tidak pernah terlihat sedih. Ummi juga selalu patuh saat difisioterapi oleh perawat di rumah.

Aku benar-benar harus banyak belajar tentang ketegaran hidup dan kesabaran dari Ummi. Hal ini juga yang membuatku yakin, bahwa Ummi pasti mengerti, aku harus pergi karena ada kewajiban menanti. Mohon doa restu, Ummi, semoga kita segera berkumpul kembali tahun depan, setelah semua tugas tertunaikan.

***

Bekasi, 17 November 2007 (10.37 WIB)

* Teriring doa, agar Ummi senantiasa diberikan yang terbaik, diberkahi, dan dilindungi Allah SWT *

Wednesday, September 12, 2007

Ini Kisah Ummi

Ini kisah Ummi
yang halus perangai dan lembut hati

dan telah lahirkan kami,
2 putera dan 2 puteri

Ummi yang taat kepada Abi,
tak pernah lupa ajari kami
membaca latin serta mengaji
menghitung angka juga menyanyi

Ummi yang suka bunga melati
sayur dan buah pun ia tanami
tapi takut ulat setengah mati
membuat kami tertawa geli

Ummi jagonya masak
dari nasi kebuli hingga martabak
ataupun rawon serta rendang
yang slalu membuat kami kenyang

Kala tenggelamnya matahari
beragam kue dan kopi
Ummi sediakan bagi kami
kue lapis dan singkong rebus
ataupun kroket dan ketimus
membuat kami tak pernah kurus

Ummi rajin menjahit pula
dari pakaianku hingga baju boneka
juga taplak meja serta mukena

Ummi yang telah stroke 3 kali
tetap berkeras masak sendiri
hingga adik kakakku pun jadi aspri
agar Ummi terhibur hati

Ummi yang halus dan lembut hati
dan setegar karang saat badai menghampiri
'kan selalu kurindu kini juga nanti.


***


Di ultah Ummi yang ke-70, setelah stroke yang kelima kali:
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan yang terbaik, kesehatan dan kebahagiaan lahir bathin, Amiiin.

Saturday, September 01, 2007

Ultah Ummi...sekaligus 1 Ramadhan 1428 H

Start:     Sep 13, '07
Ulang tahun Ummi yang ke-70, Insya Allah ... Tahun ini kemungkinan bertepatan pula dengan 1 Ramadhan 1428 H.

*** Selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1428 H, mohon maaf lahir dan bathin...
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk senantiasa meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri, baik di bulan ini maupun di masa-masa selanjutnya, Amiiin...***