Thursday, November 29, 2007

Autumn...from Roppongi to Nishi Chiba - (24-27 November 2007)




These are some autumn/red leaves pictures near my campus in Roppongi and around Nishi Chiba station, including Chiba Univ.. Sorry for some blurred pictures, coz it's taken by my phone camera:P.

Tuesday, November 27, 2007

Paket dan Menu Sebulan ini...: November 2007




Nah, selain kopdaran dan makan2 di postingan sebelumnya, berikut ini adalah beberapa paket yang kuterima dari Maya (duniamaya-MP) dan ibunya Jeng Virna, serta berbagai makanan yang merupakan rangkaian wiskul saat tur de Indonesia kemaren, hehehe:).

Paket dari Maya berupa kripik kentang dan cornflake coklat buatan sendiri (enak banget euy, thanks ya , May...Insya Allah klintingannya nyusul:)), dan cheese roll serta pisang molen dari ibunya Jeng Virna, salah satu Chibaers. Sebetulnya ada kiriman buah pula dari ibunya LBA, tapi kelupaan difoto, udah keburu habis, hihihi:P.

Sekali lagi thanks banget buat semuanya. Yang paling berkesan kemaren, bisa nemu lagi kue Ape, jajanan tradisional betawi yg dulu suka kubeli di depan rumah pas tinggal di Senen, di Bekasi sini gak ada yg jual, euy! Makanya seneng banget pas nemu ini di daerah Pramuka, waktu pulang dari kopdaran bareng Mbak Dee dan Bunda.

Makanan unik lainnya ya kembang tahu yang diberi kuah jahe campur gula merah. Enak deh, manis dan anget... Trus yang gak kalah topnya, rawon dari terminal Pulo Gadung...wuiiih...asli medok banget nih rawon...jadi kangen pengen ke Jatim lagi, hihihi...sayang nggak sempet kemaren.

Kopdar dan Reuni di Jakarta, Okt.-Nov. 2007




Ini foto2 dari rangkaian kopdar en reuni sewaktu di Jakarta kemaren. Jadwalnya sbb.:
26 Okt.: ketemu Mey, Desy, en Ully di Grand Indonesia, lunch bareng.
29 Okt.: reunian bareng Mbak Ira, Saitamers dulu, di tempat yang sama (sayang Mbak Iranya gak mau difoto:D).
31 Okt.: reunian dgn Mbak Wita di kantornya, Saitamers yg nggak mau difoto juga. Berhubung beliau ini baru dari Jambi, jadilah aku dapet oleh2 pempek sekardus, dan malemnya kita berpesta pempek, karena ternyata pempek tersebut mesti habis malem itu juga, hehehe:D/
2 Nov.:kopdar bareng Bunda dan Mbak Dee di kantor mereka. Di sini selain ditraktir makan siang, daku pun dapet oleh2 majalah Annida dan Ummi terbaru, Alhamdulillah:).
3 Nov.: ketemuan sama Ike di Senayan City, dinner disambung jalan2 bareng, menjelajahi mal yang baru pertama kalinya kulihat, hihihi...kuper, yak:P.
14 Nov.:kopdaran bareng Moris, temen sekantor yg belakangan baru kutahu ternyata punya MP juga...garing banget, deh:). Sesuai permintaan, daku ditraktir beliau di pempek Megaria...hehe:).

OK, itu dulu...thanks banget buat semuanya yang sudah berkopdar, nraktir, dan ngasih oleh2 buatku. Maaf banget, kemaren bener2 gak sempet beli oleh2, hehehe...Insya Allah lain kali, ya..:)

Tuesday, November 20, 2007

Berat untuk Kembali

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa, beberapa hari lagi aku harus pergi ke negeri samurai, ‘tuk selesaikan tugas yang masih menanti. Berat rasanya untuk kembali, mengingat kondisi Ummi kini yang tak seperti sebelumnya. Yah, koma selama hampir 3 minggu yang dideritanya awal tahun ini, membuat Ummi hanya dapat terbaring di tempat tidur hingga kini. Berbicara hanya sepatah dua patah kata, itu pun dengan segenap tenaga, karena bernafas pun harus dibantu dengan tabung oksigen.

Itulah sebabnya, Ummi lebih sering berkomunikasi dengan bahasa isyarat: komat-kamit tanpa suara sambil mengernyitkan muka/alisnya, dan terkadang dibantu oleh gerakan tangannya yang menunjuk ke arah tertentu. Namun satu hal yang sangat kami syukuri, Ummi masih dapat mengingat dengan baik: keluarganya, sahabat-sahabatnya, bahkan sahabat-sahabat adikku yang dulu seringkali berkunjung ke rumah.

Memang Ummi tak lagi menyambutku di pintu ketika aku pulang malam, sambil bertanya dengan nada cemas,”Sudah makan, belum? Kok, malem pulangnya?” Namun ketika memasuki kamar saat Ummi terjaga, ia selalu tersenyum, menjawab salamku tanpa suara, dan terkadang menggerakkan bibirnya sambil mengernyitkan wajah, membentuk kata,”Sudah makan?” Bila kujawab ‘sudah’, kernyitan di wajahnya akan hilang, terlihat tenang, dan bahkan terkadang bertanya lagi tanpa suara,”Makan apa?”

Walaupun demikian, tetap saja suasana di rumah kini tak sama lagi. Kini Ummi tak lagi makan sambil tertawa bersama kami, menikmati acara komedi di TV ketika sahur. Ajakannya untuk bermain kartu remi di sore hari sambil ngabuburit, belum terdengar lagi. Ummi sekeluarga memang sangat mahir bermain kartu, bahkan ayah dan adiknya sering memenangkan pertandingan bridge. Itulah sebabnya, kami bertiga sudah terbiasa main kartu sejak sebelum masuk TK. Bahkan permainan kartu inilah yang membantu kami untuk memahami hitungan lebih cepat dibandingkan teman-teman sekelas. Saat di SD teman-teman baru bermain cangkulan, kami sudah terbiasa bermain 41, yang bila jumlah pemainnya kurang dari 4, dimodifikasi oleh Ummi menjadi 51, 60, bahkan 68, hehehe! Sejak kelas 3 SD, aku sudah terbiasa bermain remi di rumah, tidak hanya bersama Ummi dan kakak adikku, tapi juga para asisten pribadi Ummi;P.

Mainan kartu favorit Ummi adalah “Sendirian” alias Soliter. Yap, permainan ini sudah kukenal sejak SD, jauh sebelum masuk ke paket “permainan wajib” di setiap komputer! Biasanya jika Ummi sedang senggang, dan tak ada acara menarik di TV, langsung saja permainan ini digelar, dan aku ikut-ikutan membantu membuang kartu As dan teman-temannya dengan sok sibuk:D.

Kenangan manis lainnya tentang Ummi dan kartu, adalah saat bermain remi di Jepang bareng Ummi dan Faishal. Ummi selalu tertawa geli saat aku menyanyi “Bebekku”, terutama pada bagian:”…Berrrebut, berrrebut, sungguh ramainya…. Kwek kwek kwek, kwek kwek kwek, gembira ria….” Saking senangnya, sekembalinya Ummi dari Jepang, kakakku bilang bahwa Ummi selalu tertawa geli setiap menceritakan nyanyianku itu, sampai-sampai aku dijuluki Ummi “Si Raja Bebek” sejak itu:P. Itulah sebabnya, saat aku kembali tahun lalu, Ummi selalu memintaku menyanyikan lagu ini, terutama saat kita sedang bermain remi bareng.

Tak hanya di saat Ramadhan, silaturahmi Idul Fithri ke keluarga tahun ini pun terasa kurang ramai, karena Ummi tak ikut menemani. Aku pun semakin merindukan saat-saat Ummi menceritakan nostalgia kehidupan keluarganya, sejak kecil, maupun kisah-kisah awal pernikahannya dengan Abi. Kangen pula diriku pada suara Ummi yang selalu mengingatkan untuk tetap sarapan, pada saat aku tergopoh-gopoh berangkat karena bangun kesiangan. Atau keributan yang biasa terjadi saat Ummi ingin menonton film India kesayangannya di TV, namun bentrok dengan pertandingan bola favorit kakak dan adikku.

Masih terbayang pula raut wajah Ummi yang cemas, setiap aku kembali ke Jakarta dengan kondisi agak kurusan (biasanya memang menjelang pulang ke tanah air ada berbagai setoran yang harus dibereskan, sehingga timbanganku sering turun sekitar 2-3 kg saja), dengan pertanyaan yang amat susah untuk kujawab,”Mau dimasakin apa?” Hehehe, gimana nggak susah, wong masakan Ummi ini semuanya enak, kok! Apalagi saat datang dari negeri masakan tanpa rasa begini, wah! Apapun yang dimasak Ummi, pasti segera kuhabiskan dengan lahap:D.

Yah, situasi memang kini agak berbeda. Karena terkena serangan stroke kelima sebelum koma, maka Ummi memerlukan masa pemulihan yang agak lama. Namun Alhamdulillah, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit ada kemajuan pada Ummi. Akhir bulan lalu, Ummi sudah dapat mengangkat punggungnya sedikit. Bahkan saat aku baru saja tiba dari Bandung, Ummi mengajakku berbicara dengan suara, hingga beberapa kalimat!

Satu hal yang sangat kami kagumi (termasuk para dokternya), adalah semangat hidup Ummi yang sangat tinggi. Walau dalam keadaan seperti ini, Ummi sering kali tersenyum, tidak pernah terlihat sedih. Ummi juga selalu patuh saat difisioterapi oleh perawat di rumah.

Aku benar-benar harus banyak belajar tentang ketegaran hidup dan kesabaran dari Ummi. Hal ini juga yang membuatku yakin, bahwa Ummi pasti mengerti, aku harus pergi karena ada kewajiban menanti. Mohon doa restu, Ummi, semoga kita segera berkumpul kembali tahun depan, setelah semua tugas tertunaikan.

***

Bekasi, 17 November 2007 (10.37 WIB)

* Teriring doa, agar Ummi senantiasa diberikan yang terbaik, diberkahi, dan dilindungi Allah SWT *

Tuesday, November 13, 2007

Karena Manusia Kini Bukanlah Khalifah*)



Jangan salahkan lumpur di Sidoarjo
yang terus mengalir tanpa henti
karena sejak jaman kompeni
daerah ini terlarang untuk dieksplorasi.

Jangan pula salahkan longsor di mana-mana
yang timbulkan banyak korban jiwa
karena hutan di sana memang sudah tak ada
hingga tak sanggup lagi tuk menyangganya.


Jangan pernah salahkan musim yang berubah total
akibat dari pemanasan global
karena bumi ini jenuhlah sudah
terus dipakai tanpa pernah dipelihara.


Kenapa tak salahkan kita sendiri?
Manusia yang katanya khalifah di muka bumi
tapi ternyata hanya dapat mendhzalimi
segala sesuatu di dunia ini.


Alam kini sudah bicara
mempertanyakan perlakuan kita
tapi mengapa kita tak sadar jua
slalu gunakan semua tanpa terpikir tuk menjaganya?


Berkacalah pada diri-sendiri

apakah insan perusak bumi ini

masih pantas untuk menjabat

sebagai makhluk tersempurna di seantero jagad?

 

***

Catatan:

*) Khalifah = seseorang yang diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah, berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, dan agama, akal dan budayanya terpelihara (dikutip dari sini).

*****

(Dari sini)

Bekasi, 5 November 2007 (05.53 WIB)

*Diilhami oleh video klip Linkin Park*

Sunday, November 11, 2007

Vulcanological Survey of Indonesia -VSI

http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/
VSI alias Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ini adalah situs yang memberikan berbagai informasi tentang bencana geologi di Indonesia, termasuk mitigasinya. Info yang terkait di antaranya tentang tsunami, gempa bumi, gerakan tanah, dan kondisi gunung api di Indonesia

Vulcanological Survey of Indonesia -VSI

http://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/
VSI alias Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ini adalah situs yang memberikan berbagai informasi tentang bencana geologi di Indonesia, termasuk mitigasinya. Info yang terkait di antaranya tentang tsunami, gempa bumi, gerakan tanah, dan kondisi gunung api di Indonesia

Monday, October 29, 2007

Masih Dapat Berbagi

Pagi ini, saat melalui jalan di sekitar Cawang, aku melihat 2 orang wanita setengah baya yang sedang duduk berdua di rerumputan jalur hijau. Wanita pertama memakai kebaya dan kain batik yang sudah lusuh, berusia sekitar 50 tahunan. Wanita kedua memakai kaos lengan pendek dan rok yang menutupi lututnya, dengan warna yang juga sudah pudar. Beliau ini sepertinya berusia lebih muda dari wanita pertama tadi.

Wajah mereka yang mirip membuatku berkesimpulan bahwa mereka ini bersaudara. Sambil duduk di rerumputan, mereka bercakap2 dan mengubek2 tas kresek hitam yang dibawa oleh wanita pertama. Pemandangan yang sering kita lihat di Jakarta, pastinya.

Namun yang membuatku tertarik pada mereka adalah satu makhluk mungil yang kemudian duduk manis di antara mereka berdua. Anak kucing yang berwarna belang hitam putih ini tampak sibuk membersihkan badannya, sementara kedua wanita tadi masih sibuk mengubek2 si kresek, entah apa pula yang dicarinya. Kucing di sekitar jalanan, juga bukan hal yang aneh, 'kan?

Yang menarik dari kucing ini adalah: dia mengenakan seuntai kalung di lehernya! Kalung yang menandakan bahwa pemiliknya adalah kedua wanita tadi, karena dia selalu bermanja2 pada keduanya secara bergantian. Kalung yang juga menunjukkan, bahwa walaupun kedua wanita tersebut sepertinya hidup kurang berkecukupan, namun mereka masih rela berbagi dengan si mungil ini, tidak hanya makanan, tetapi juga masih peduli untuk membeli hiasan baginya pula!

Kenapa aku begitu meributkan kalung tersebut? Karena kalung ini terbuat dari logam berwarna keemasan (pastinya bukan emas murni), namun tentu lebih mahal dari sekedar kalung plastik mainan biasa. Subhanallah...aku sendiri memang menyukai hewan sejak kecil, dan memelihara mereka memang memberikan kesenangan dan keasyikan tersendiri bagiku. Namun hingga detik ini, tidak pernah terpikirkan olehku untuk membelikan mereka aksesoris, kecuali untuk si Bonny, anjing tersayang yang kupelihara sejak kelas 2 SD sampai dengan 1 SMA. Yang terpenting bagiku adalah memelihara dan merawat mereka: tercukupi makanannya,  terjaga kebersihan
dan kesehatannya, serta yang paling kusukai: ngobrol dengan mereka.

Namun, kembali pada kedua wanita tuna wisma tadi... bila aku mempunyai keterbatasan rejeki untuk diri sendiri atau pun keluargaku, masihkah aku dapat berbagi seperti mereka: membelikan makanan dan aksesoris bagi hewan kesayangan?

Dan bila mereka yang masih dalam kekurangan, masih bisa berbagi pada makhluk Allah lainnya, mengapa kita2 yang mendapatkan rejeki lebih baik, masih banyak yang enggan berbagi dengan yang membutuhkan?

***
(Dari sini)
Bekasi, 29 Oktober 2007 (23.02 WIB)

Sunday, October 28, 2007

Yokohama II : di Waktu Malam (10 September 2007)




Ini lanjutan dari sini . Jadilah kita akhirnya bertemu dengan Osel dan ketiga anaknya, sambil makan di Restoran Surabaya. Menuku di sini bareng Ike adalah tumis kangkung udang, tahu telur (yg sayangnya kurang gurih, karena tanpa petis, cuman bumbu kecap doang:(), plus gulai merah udang.

Setelah beberapa saat menunggu, muncullah Osel dan ketiga bidadarinya (maap, lupa namanya, euy:)). Osel ini menikah dengan pria Jepang, dan ternyata udah lama juga tinggal di Yokohama (tau gitu ketemuan dari dulu ya, Sel;P).

Berhubung keesokan paginya aku ada seminar, akhirnya kami terpaksa pamit duluan sekitar jam 7-an...sayang juga sih belum sempet ketemu dgn suami Osel...yah, Insya Allah lain kali, deh:). Kami pun jalan terburu2, sambil tetep aja jepret2 ke alam sekitar, yang ternyata indah banget di malem hari (pertama kalinya ke Yokohama sampe malem, nih...hehehe;P).

Duh, Insya Allah pengen ke sini lagi....:)

Yokohama I : di Senja Hari (10 September 2007)




Ini beberapa foto di Yokohama, waktu jalan2 bareng Ike beberapa waktu lalu. Rute diawali dengan Bakurocho, tempat grosiran di daerah Tokyo. Baru tahu ini juga dari Ike, dan ternyata barang2 di sini memang murah banget! Paling seneng pas dapet t-shirt made in Japan seharga 500 yen per lembar, langsung beli 3 warna, deh:D! Sempet mampir pula ke toko plastik (beli gomi baku yg di sini juga murah banget, hehehe;)), lalu ditutup dengan kunjungan ke toko stationery. Nah, di sini daku nemu ballpoint yg 4 in one, jadi tiga warna (merah, biru, item), plus tipp-ex, yg udah lama kucari2!

Sekitar jam 2-an, kita makan di family restoran (ketemu dengan si pink lemonade karena salah order, yg bikin maag-ku kambuh & melilit banget keesokan harinya, dan batal ke seminar, hiks;(), lalu cabut ke Yokohoma.

Akhirnya, setelah 6 th. berlalu, kembali aku menginjakkan kaki di salah satu tempat favoritku di Jepun ini! Dulu pas di Saitama, sering banget aku jalan2 sendirian ke sini, suasananya enak dan tenang banget...terutama di Minato Mirai, alias MM21-nya!

Perkembangan di sini pesat banget...banyak sekali gedung2 baru, padahal pas terakhir ke sini, di sekitar Landmark Bldg. ini masih lumayan kosong:). Berhubung keburu2, karena udah janjian untuk makan malem bareng dengan Osel, adik kelasku sekaligus temen seangkatan Ike, jadilah kita cuman sebentar di sini. Walaupun masih kumat juga isengnya, berfoto bareng eskalator di Landmark yang bentuknya melingkar kiri kanan...hehehe;P.

Oya, karena udah lama banget gak ke sini, jadinya banyak banget nama gedung yg kelupaan, hehehe:).

Untuk foto2 Yokohama di waktu malam, silahkan lihat di Yokohama II .

Thursday, October 25, 2007

Tenanglah...

Duduk...
diam
pejamkan mata
hela nafas
hembuskan perlahan
jernihkan pikiran...

Biarkan titik terang datang
satu...satu...bermunculan...
halau semua persoalan

Tenanglah...
karena panik tak pernah pecahkan masalah....

***
(Dari  sini)

Cikini, 25 Oktober 2007 (14.53 WIB)
Pas lagi ngantri ke customer service


Tuesday, October 23, 2007

Dari Halbil ke Grand Indonesia - 22 Oktober 2007




Kemaren ada halbil di kantor, mulai jam 9 pagi, dan selesai sekitar 11.30, soalnya ada presentasi dari Big Boss (hehehe, halbil pertama yg pake presentasi ya ini dia;P). Seneng dan rame sih, karena seluruh karyawan udah pada hadir, dan umat yang kurang dari seribu orang itu pun berular2 sambil bersalaman ria, memenuhi ruang serba guna yang luas.

Balik ke ruangan, tadinya mau langsung cabut ke tempat lain dulu, tapi karena masih berkangen2 ria, jadinya ya kita ngobrol2 dulu, sambil nungguin pesenan makan siang dari bakmi GM (aku dipesenin Bihun Gorengnya). Pedagang di Masjid Sunda Kelapa memang belum pada balik, ditambah pula kantin plus katering kantor juga belum beroperasi.

Setelah makan, iseng2 browsing tentang Blitz Megaplex (BM)-nya Grand Indonesia (GI)-alias mantan Hotel Indonesia, udah lama banget gak nonton di bioskop, sih...mumpung lagi Senin, 'kan nomat tuh, hehehe... Sebenernya denger tentang BM GI ini udah lama dari Mas Bayu , plus saran dari Mas Fajar-Chibaers, makanya jadi pengen nyobain nonton di sini.

Ternyata Rush Hour 3 diputer jam 14.45, jadilah aku langsung cabut ke sana jam 14.00, soalnya mau liat2 dulu, maklum...baru sekarang menginjak GI, hehehe:). Berhubung temen2ku udah pada ngantor, dan pastinya agak susah ngajakin orang dadakan di Jkt gini, jadilah aku nonton sendirian. Pertama dateng sempat bingung juga dgn jalan ke arah BM di lt. 8, yang melewati lorong2 panjang, dan sempat kaget ngeliat BM yg ternyata luebar banget! Waktu milih tempat duduk, jadi kaget lagi, soalnya yg kejual baru 3 seat...hahaha...ya iyalah, baru nyadar kalo di Jkt film ini udah lama banget turun;P.

Yang paling males di sini toiletnya sih, walaupun bersih dan luas, tapi karena gelap, semuanya berlatar hitam dengan lampu temaram plus kaca2 di sepanjang dinding, jadinya daku yang kurang awas di kegelapan sempet kepentok2, deh...hiks;(.

Sambil nunggu film, aku melihat2 BM yang ternyata lengkap juga: ada game-zone-nya, hot spot, cafe, beberapa lounge yg enak buat leyeh2 sambil ngobrol, plus display film yang paperless, alias layar elektronik semuanya.

Pas masuk ke studio, kembali kebingungan terulang. Tempatku di F10, tapi tidak ada satu petunjuk pun yang menunjukkan mana deretan F! Jadinya ya aku manual sajalah, ngitungin deret dari belakang ke depan, hehehe:). Untungnya saat itu kosong banget, cuma 7 hadirin termasuk daku, dan 6 lainnya duduk di belakangku...wah, sip banget deh..itu bioskop serasa milik sendiri, hahaha:D. Filmnya sendiri (yg diputer pas jam 15.00, dan berakhir pk. 16.20), masih mengulang RH1 dan RH2. Cuman sekarang ada si Kenji, saudara angkat Lee di panti asuhan yg orang Jepang (namanya lupa, pokoknya yg maen jadi pelatih Tom Cruise di The Last Samurai itu, lho!), dengan sedikit dialog Jepang. Seperti biasanya film2 Jacky Chan, mesti konsentrasi penuh pas adegan berantemnya, yg seringnya lebih cepet daripada kecepetan cahaya (hiperbola, pastinya:)). Lumayan puaslah, setelah 2 tahun gak nonton lagi di bioskop Indonesia:P.

Setelah bubaran film, aku muter2 ke bawah. Nyari toko buku, katanya ada Gramedia di lt.3, ternyata masih kosong, hiks:(. Ada satu lagi Kinokuniya di LG, cuman karena takut selisih jalan dengan Mey (Chibaers yg udah janjian buat dinner bareng di sini), jadinya aku masuk aja ke Food Louver alias Food Court-nya GI, di Lt. 3 pula.

Sebelumnya sempet liat2 juga ke bawah, dan nemu salah satu etalase unik, yg isinya adalah sebuah pohon, dengan daun2 berisikan Asma'ul Husna yg bergantungan di dahannya. Oya, di lt. 3 ini ternyata ada juga toko buku mungil, yg isinya buku2 kuno, seperti buku2 Kartini, foto2 jaman Perang Kemerdekaan, buku2 tentang sejarah Jkt, dsb. Di deket sini dijual juga benda2 seni kuno, seperti keris yg harganya berkisar dari 2-8 juta rupiah.

Setelah capek muter2, aku pun masuk ke Food Louver, yg dari luar sama sekali gak keliatan seperti food court, karena yg tampak cuman deretan kursi dan meja2 kayu, dengan interior full kayu. Sementara para tenant tersembunyi di sebelah kiri dan kanan deretan tempat makan kayu ini. Suasananya enak, sih..tenang, dan bisa melihat pemandangan ke luar gedung. Yg kusuka dari sini, kebanyakan tenant-nya adalah pedagang masakan Indonesia. Harga masakan Indonesia ini berkisar antara 20-30 ribuan per porsinya.

Begitu ketemu si Mey, kami pun segera memesan makanan: aku pesen nasi liwet dan es dawet, sementara Mey pesen nasi Padang dan es teh lemon. Nasi liwetnya gurih, walaupun sayur labunya agak sedikit pedes buatku, sementara es dawetnya masih kalah dengan cendol Elizabeth yg di Bdg, apalagi jika dibandingkan dengan Dawet Ayu-nya Mojokerto yg murah bin uenak tenan, hehehe:). Tapi lumayanlah, bisa memuaskan kerinduanku terhadap es dawet.
Abis ngobrol2 lama, baru deh, kita pulang:). Thanks banget udah ditemenin ya, Mey:P.

Monday, October 22, 2007

Bandung Episode II - My Family and Friends




Lanjutan dari sini ...:D Berikut ini beberapa foto bareng keluarga dan para sohib pas di Bandung kemaren..:).

Yang kerasa banget sih motoin Roja' paling susah...karena ponakanku yang satu ini ternyata paling anti difoto, kecuali sama Abah/Ibunya. Makanya seneng banget pas akhirnya bisa moto dia, hehehe;P. Pas abis dijepret, Rojaa' langsung teriak,"Ibuuuu, Oja difotooo...", tapi dengan nada yang tak semarah biasanya, soalnya abis kupuji2 karena makannya abis, hehehe;D.

Lain lagi dengan para ponakanku dari Medan (dari No. 1): Abung dan Sasha...begitu tahu dari Jepun, langsung bermacam2 pertanyaan menghujaniku tentang per-jepang-an ini: Tante tau Naruto, gak? Ngerti arti lagunya Naruto? Abung dong apal (terus langsung nyanyi dengan cepetnya, sementara aku bengong aja ngedengernya;P) Kalo Trans TV-nya di sana bahasa Jepang juga, ya? Pas kubilang kalo cuman suka nonton Sin-chan dan Chibi Maruko-chan, Sasha langsung nyamber: Chibi Maruko-chan di Medan udah gak ada lagi, Tante...kenapa, ya? Nah, lho;P! Sementara papa-mama mereka senyam-senyum aja melihat aku kelabakan diinterogasi oleh krucil ini;).

Foto bareng Nelly-Deddy dan Tante Anna cs kelewat, soalnya kelupaan karena keburu2. Oya, sepupuku dari almarhum Oom yang di sini memang 7 orang, tapi cuman 6 yang dateng kemaren, plus pasangan (udah nikah semua, jadi rame, hehehe;P), ditambah pula anak dan calon anak:D. Cuman yang sempet kefoto 4 keluarga aja, soalnya rombongan si Sulung dan si Bungsu balik duluan pas hari Rabu, sehingga rumah mendadak sepi:(. No. 3 tinggal di Malaysia, nggak mudik karena barusan lahiran anak kedua, sementara no. 5 lagi ke rumah mertuanya.

Seru...kangen banget...kalo udah ngumpul gini, jadi males balik ke Jepun, hihihi...:)

Saturday, October 20, 2007

Menu di Bekasi (13-15 & 20 Oktober 2007)




Agak telat emang postingnya, baru sempet sekarang, hehehe... Semuanya adalah makanan yang tersedia di sekitar rumah...selamat menikmati:P.

Bandung...Mission Completed;D (16-20 Oktober 2007) - Episode I




Alhamdulillah, akhirnya misi ke Bandung sukses juga: ketemu sanak saudara, temen2 kuliah, alumni Chibaers, dan yang sukses berat...wiskul-nya, so pasti:P.

Hari Selasa jam 10 pagi aku berangkat dengan Baraya Travel, dan sampai di rumah tanteku pas jam 12 siang, pas banget untuk lunch di rumah tante dengan ikan asin yg super gurih, dan ditutup dengan jus stroberi bawaan dari pasukan yang baru datang dari metik stroberi di salah satu kebun di Bandung. Malemnya kita makan bareng siomay dari Jl. Trunojoyo. Untung saja aku dateng hari ini, karena keesokan paginya para sepupuku yang tinggal di Medan dan Jakarta kembali ke Jakarta, jadinya rumah mendadak sepi, deh;(.

Besoknya, pas jenguk Fakheera-chan di RS Halmahera, eh...kok malah disuguhin bubur ayam Mang Oyo oleh pasangan alumni Chibaers: Deddy-Nelly (baru sekali ini, jenguk ke RS disuguhin, hiks...jadi gak enak ati;().

Dari situ, terus ke BSM, pas kebetulan dapet SMS dari Ridho-Elsa, temen di Unpad dulu, mau ketemuan di BSM juga. Jadilah kita makan di food court BSM, dengan sate kambing dan es dogernya.

Malemnya, pas nyampe rumah, dapet kabar kalo Tante Ana cs udah nyampe Bandung, dan mau langsung balik malem itu juga ke Jakarta. Jadinya aku pun langsung ke sana, ketemu semuanya, dan makan bareng dengan menu Padang;D.

Berhubung keburu2, jadinya menu Padang ini tak terdokumentasikan, hehehe...padahal ada daun singkong, rendang, dan gule cincang yang super yummy dan gak kelewat pedes buatku;D.

Besok paginya, jam 10 aku udah dijemput sama Fattah-Inda sekeluarga, sohib pas di Unpad juga. Kita makan bareng di Kartika Sari restoran, terus mampir ke rumah mereka, lalu sorenya mampir ke rumah Kang Syaiful-Teh Rini di Arcamanik, sesama Unpaders;P.

Sorenya, aku dikembalikan ke rumah, di mana para sepupuku udah siap keliling bareng, ke rumah Nenek dan para Oom-Tante kita, dari Sukaluyu sampe ke Kopo. Pulangnya kita mampir dulu ke Marino Seafood di Jl. Jakarta, yang nasgornya terkenal enak itu:P.

Keesokan harinya, aku dan sepupu iparku jalan2 ke sekitar Supratman, beli buku ke toko diskon yang baru 2 tahun berdiri, lalu beli batagor di depan Masjid Istiqomah. Makan siang bareng di rumah, terus daku pergi ke Tante La, diajakin muter2in Bandung, dari Jl. Riau, mampir ke FO-nya kantor pos: STAMP (hebat ya, kantor pos punya FO;D). Kabarnya ini untuk mendongkrak usaha kantor pos yg terus2an menurun tajam.

Dari situ kita jalan2 ke arah Dago, terus mampir ke Tizi, tempat makan favorit Tante La pas kuliah di ITB dulu. Abis makan, kita langsung pulang, deh...tak lupa minta dilewatin ke Dipati Ukur, sekedar menengok kampusku dulu, hehehe...

Pagi ini, dengan travel yang sama jam 6 pagi, aku berangkat ke Jakarta, dan Alhamdulillah, jalanan masih sepi, belum terkena macet arus balik via Cipularang. Jadilah jam 8 pagi aku sudah bertemu kembali dengan Ummi tercinta;D.

Berikut ini rekaman wiskulnya...dokumentasi untuk jumpa fansnya di sini , ya...:).

Monday, October 15, 2007

Bandung....I'm Comiiiing:D

Start:     Oct 16, '07 10:00a
End:     Oct 20, '07
Alhamdulillah, ternyata hari ini travel sudah buka, jadi Insya Allah besok daku ke Bandung, deh;D.

Rencananya ketemu keluarga, alumni Chibaers, temen kuliah, dan yang so pasti: WISKULLL;D Insya Allah semuanya lancar...:)

Info Beasiswa / Scholarships Information Center

http://www.infobeasiswa.net/
Satu lagi website penyedia info beasiswa...Ayooo...sekolaaah;D

RUMAH BEASISWA INDONESIA

http://www.rumahbeasiswa.com/
Salah satu website yang menyediakan informasi tentang beasiswa DN dan LN, baik gelar, maupun non-gelar.

Info Beasiswa / Scholarships Information Center

http://www.infobeasiswa.net/
Satu lagi website penyedia info beasiswa...Ayooo...sekolaaah;D

RUMAH BEASISWA INDONESIA

http://www.rumahbeasiswa.com/
Salah satu website yang menyediakan informasi tentang beasiswa DN dan LN, baik gelar, maupun non-gelar.

Sunday, October 14, 2007

Heat Stroke


Gara-gara di daerah sekitarku sini (Bekasi) fuanash banget belakangan ini, jadi iseng2 nyari artikel tentang heat stroke. Semoga bermanfaat...

***

Heat Stroke

Medical Author: Melissa Conrad Stöppler, MD
Medical Editor: Dennis Lee, MD

What is heat stroke?

Heat stroke is a form of hyperthermia (abnormally elevated body temperature) with accompanying physical and neurological symptoms. Unlike heat cramps and heat exhaustion, two less-severe forms of hyperthermia, heat stroke is a true medical emergency that can be fatal if not properly and promptly treated.

The body normally generates heat as a result of metabolism, and the body is usually able to dissipate the heat by either radiation of heat through the skin or by evaporation of sweat. However, in extreme heat, high humidity, or vigorous exertion under the sun, the body may not be able to dissipate the heat and the body temperature rises, sometimes up to 106 degrees Fahrenheit or higher. Another cause of heat stroke is dehydration. A dehydrated person may not be able to sweat fast enough to dissipate heat, which causes the body temperature to rise.

The population most susceptible to hear strokes are infants, the elderly (often with associated heart diseases, lung diseases, kidney diseases, or on certain medications that make them vulnerable to heat strokes), and athletes, or outdoor workers physically exerting themselves under the sun.

What are heat stroke symptoms?

Symptoms of heat stroke can sometimes mimic those of heart attack or other conditions. Sometimes a person experiences symptoms of heat exhaustion before progressing to heat strokes. Symptoms of heat exhaustion may include nausea, vomiting, fatigue, weakness, headache, muscle cramps and aches, and dizziness. However some individuals can develop symptoms of heat stroke suddenly and rapidly without warning.

Different people may have different symptoms and signs of heat stroke. But common symptoms and signs of heat stroke include:

  • high body temperature
  • the absence of sweating, with hot red or flushed dry skin
  • rapid pulse
  • difficulty breathing
  • strange behavior
  • hallucinations
  • confusion
  • agitation
  • disorientation
  • seizure
  • coma

How do you treat a heat stroke victim?

Victims of heat stroke must receive immediate treatment to avoid permanent organ damage. First and foremost, cool the victim. Get the victim to a shady area, remove clothing, apply cool or tepid water to the skin (for example you may spray the victim with cool water from a garden hose), fan the victim to promote sweating and evaporation, place ice packs under armpits and groins. Monitor body temperature with a thermometer and continue cooling efforts until the body temperature drops to 101-102 degrees. Always notify emergency services (911) immediately. If their arrival is delayed, they can give you further instructions for treatment of the victim.

The most important measures to prevent heat strokes are to avoid becoming dehydrated, and to avoid vigorous physical activities in hot and humid weather. If you have to perform physical activities in hot weather, drink plenty of fluids (such as water and Gatorade), but avoid alcohol, coffee, and tea which may lead to dehydration. Take frequent breaks to hydrate yourself. Wear hats, and light colored, and light and loose clothes.

***
(Quoted from here)
(From here)

Native Deen - Not Afraid to stand Alone




Got this encouraging musical video (of Native Deen) from Putri.

***

Lyrics:

I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
I am not afraid to stand alone
Everything is gonna be alright
I am not afraid to stand alone
Going keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
Everything is going be alright
Going to keep my head up high

Single mother raising her children
And now she's a Muslim
Started praying and wearing a headscarf
It was a healing for her heart

Struggling with no one to lean on
But with prayer she would be strong
Had a job but then she was laid off
Got a better education and it paid off

She was called for a job that she dreamed of
Close by, great pay -she was in love --
They brought her in -- told her shes the 1 pick
You got the job, but you gotta lose the outfit"

It's a tough position that you put me in
Cause look at my condition, and my two children
But I'll continue looking for a job again
Cause my faith and my religion I will never bend

I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
I am not afraid to stand alone
Everything is gonna be alright
I am not afraid to stand alone
Going keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
Everything is going be alright
Going to keep my head up high

Peer pressure, they were insisting
And I was resisting
Some days.... I felt I would give in
Just wanted to fit in

I know.....when I'm praying and fasting'
They be teasing and laughing
So I called to my Lord for the power
For the strength every day, every hour...

one day there's a new Muslim teacher
Single mom and the people respect her
Just seeing.... her strength I get stronger
They can break my will no longer

You don't see me sweatin' when they're jokes cracking
Never see me cussing' with my pants saggin'
I aint never running Yo Im still standing,
sorry I aint jumping on your band wagon, cause...

I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
I am not afraid to stand alone
Everything is gonna be alright
I am not afraid to stand alone
Going keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
Everything is going be alright
Going to keep my head up high

Now, I'm a tough one, who can bear their blows
The rest play dumb, they don't dare say no
Scared of being shunned, but its clear they know
I aint never gonna run, I aint scared no more....

Man, these sisters be resolute
Never stressed when the rest say they wasn't cute
And the get the respect of the other youth
Come best with the dress yo and that's the truth

These sisters are strong gonna hand it down
So me Im a brother gotta stand my ground
No fear, Im tough Im the man in town
Peer pressure no more, its my planet now

Others may fall, but Im hold my own
With Allah's help I'll be strong as stone
And I'll be the one to let Al Islam be shown
Cause I am not afraid yo to stand alone

I am not afraid to stand alone
I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
I am not afraid to stand alone
Everything is gonna be alright
I am not afraid to stand alone
Going keep my head up high

I am not afraid to stand alone
If Allah is by my side
Everything is going be alright
Going to keep my head up high















































































































Friday, October 12, 2007

Idul Fithri - 12 Oktober 2007


ketupat, sayur pepaya, kacang panjang, pete, tempe, peyek kacang, sambel terbang

Hari ini keluarga kami berlebaran. Menjelang Dhuhur, tanteku (adik Ummi), sudah datang bersama adikku, membawa beberapa ketupat beserta sayurnya, yang langsung kita serbu dengan riang gembira, hehehe;D. Soalnya di rumah cuman menyediakan brownies kukus en lapis surabaya, plus sedikit kue kering aja, sih:).

Setelah itu, kami bertandang ke rumah tante lainnya (sepupu Ummi), yang tinggalnya paling dekat dengan kami. Di sana kembali kami makan ketupat plus sayurnya lengkap (sayur ketupat tanteku yang ini memang top banget ;D), plus nyobain berbagai kue kering yang tersedia: nastar (akhirnya, mission completed;P), coklat chips, sagu kacang, dan kaastengels (yang terakhir ini gak ikutan, gak begitu suka keju soalnya, hehehe;)). Tadinya mau nyobain sirup markisanya juga, cuman gara2 kebanyakan makan nastar, jadinya malah kehausan, minum air es aja, deh! Apalagi pas mau pulang, eh, tanteku keinget sama brownies kukus perdananya, plus lapis legit bikinan kakaknya...jadinya mau pamit tertunda lagi...hihihi;).

Malemnya adik Ummi lainnya dateng pula, bareng istri dan anaknya. Alhamdulillah...senengnya berlebaran hari pertama bareng keluarga, Insya Allah besok ketemu dengan anggota keluarga besar lainnya...;D.

Thursday, October 11, 2007

Dari Betawi ke Balungkriya …


Bang Jampang dari Betawi

bikin kumpeni takut terlelap

slalu kalah karena tak sigap.

Menjelang hari yang Fithri

ijinkan kami tuk mohon maap

untuk segala salah dan silap.

 

Jaka Tingkir lewatin kali,

dari tengah hingga ke tepi,

hingga buaya kehilangan nyali.

Semoga kita kembali suci,

diijinkan-Nya tuk jumpa lagi

dengan Ramadhan di kemudian hari.

 

Jaka Tiwul ke Balungkriya,

Selamat Idul Fithri, yaaaa....

 

***

(Dari sini)

Bekasi, 11 Oktober 2007 (21.27 WIB)

 29 Ramadhan 1428 H

Menu Buka Puasa (10-11 Oktober 2007)




Lagi seneng, nih...kemaren pas lagi belanja di supermarket deket rumah, nemu jajanan favoritku: putu mayang en getuk lindriiii;D

Pas pulangnya, liat tukang siomay di seberang jalan, ya sudah...sekalian saja dibeli, walaupun tinggal siomay dan tahunya doang, telurnya abis, hehehe:D.

Jadilah menu buka kemaren tanpa nasi, udah keburu kenyang sama putu mayang en sang getuknya;P. Entah kenapa, foto sang getuk gelap melulu, padahal udah dicoba beberapa kali, lho!

Sekalian nambahin menu hari ini: martabak manis (special coklat) alias terang bulan, plus martabak telur pula, hehehe;D. Jadinya sukses deh, 2 hari ini buka tanpa nasi;P.

Tuesday, October 09, 2007

Menu Buka Puasa (7-8 Oktober 2007)




Sekedar mendokumentasikan wiskul alias wisata kuliner selama mudik kali ini. Tgl. 7 Okt. lalu aku buka di rumah dengan menu sate ayam plus lontong, ditutup dengan es teler di sekitar rumah. Rasanya enak banget, nggak kalah dengan Es Teler 77;P.

Nah, tgl. 8 Okt.nya, kebetulan ditraktir temen kantor: lontong cap go meh-nya Sate Senayan...wah, enak banget, euy..., Alhamdulillah...

Sengaja diposting pas buka, biar nggak membatalkan puasa, hehehe;D.

Sunday, October 07, 2007

Buas Barbar & Baksos MPers 2007 - 6 Oktober 2007




Alhamdulillah, akhirnya kemaren kesampean juga buat dateng ke Baksos sekaligus buas barbar (BUka puASa BAReng-BAReng) MPers di Taman Menteng. Ini adalah kopdar MPers-ku yang kedua, setelah sebelumnya, tepat setahun yang lalu di sini . Sekaligu ini pertama kalinya aku mengunjungi Taman Menteng, yang dulu waktu terakhir berangkat, masih jadi stadion Persija, plus tempat jualan serabi Solo yang uenak tenan itu;D. Sekarang tempat ini jadi taman yang asri, sekaligus tempat bermain anak, serta menyediakan juga lapangan futsal, bola, dsb..

Baksos kali ini dimeriahkan oleh banyak bintang tamu, serta dihadiri juga oleh adik2 dari RCP (Rumah Cahaya Penjaringan), serta para anak jalanan yang tergabung dalam Sanggar Akar. Acara selengkapnya bisa dilihat di sini . Namun pada kesempatan ini Pak Fauzi Bowo berhalangan hadir, sehingga acara sedikit berubah.

Di acara kali ini, selain ketemu dengan temen2 yang dikenal setahun lalu, juga bisa kopdar dengan banyak temen maya lainnya, seperti: Mbak Dee (fotonya kok ilang ya, hiks;(...Mbak Deeee...ntar ikutan ngopi, ya?), Mbak Helvy, Mas Tomi, dan Faiz, Mbak Asma, Ade, Mbak Ima Zahra, dll., yang semuanya ramah2 banget;D.

Yang senengnya, di sini sempet ngobrol2 juga sebentar dengan Pak Taufik Ismail, sang penyair kondang itu:D... curhat soal kebebasan sastra yang kebablasan;(.

Ada kejadian lucu saat bincang2 dengan Pak Hidayat Nurwahid. Di awal kuis, anak2 RCP malu2 menjawabnya, tapi begitu ada seorang anak yang bisa menjawab dan ternyata mendapatkan hadiah selembar 50-ribuan, kontan saja semuanya tampak heboh dan menyesal, hehehe.... Pas pertanyaan berikutnya, jadi langsung berani, deh;D. Selain itu, di sini baru ketahuan, kalo ternyata Pak Hidayat NW dulunya suka iseng juga, nggebah2 kelelawar di pohon pisang, biar dikira sudah adzan Maghrib, jadinya bisa buka puasa lebih cepet, hehehe...:).

Berikut ini sebagian foto2nya (beberapa dapet dari MPers lainnya, tengkyuuu banget, ya;P). Semoga bisa berkopdar lagi tahun depan;)...




Wednesday, October 03, 2007

Pamitan dan sungkeman...

Assalammu'alaikum ww.

"Dan tak akan kutahan...kini pun aku harus pulang..."

Begitu kata Dik Doank, begitu pula yang akan daku lakukan.
Insya Allah besok saya kembali ke tanah air, untuk berbagai keperluan. Berhubung kondisi kesehatan internet di rumah belum bisa dipastikan, maka perkenankanlah saya untuk sungkeman di H-10 atau H-9 ini:

Selamat Idul Fithri 1428 H bagi yang merayakan....
Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan,
baik perkataan, sikap, maupun perbuatan,
baik di alam maya, maupun di dunia nyata...

Semoga pada hari itu kita disucikan lahir dan bathin,
dan kembali dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya.

Wassalammu'alaikum ww.

(Insya Allah bisa ketemu para MPers di sini)

***
(Dari sini)

Sunday, September 30, 2007

Agar Cinta Bersemi Indah


Kado pernikahan untuk Indi dan Omi di November nanti, serta rekan2 yang akan menggenapkan setengah dien-nya...semoga senantiasa menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, Amiiin...




Agar Cinta Bersemi Indah    
oleh : M. Fauzil Adhim
 

Menerima pendamping kita apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dalam rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.

Sebagai hamba yang dianugerahi fitrah, kita memang perlu menyeimbangkan harapan. Tak salah kita berdoa memohon suami yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman.

Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.

Apa bedanya harapan dan komitmen? Apa pula pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga kita? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut begitu istri kita sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat dan berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung.

Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuat kita lebih mudah mensyukuri perkawinan.

Disebabkan oleh komitmen yang sangat kuat pada Allah dan Rasul-Nya istri Julaibib mengikhlaskan hati untuk menikah dengan Julaibib. Yang baru semalam usia pernikahan mereka Julaibib mengakhiri hayat di medan syahid. Ketika ibunya merasa tidak rela dikarenakan rendahnya rendahnya martabat dan buruknya perawakan fisik, ia meminta agar orang tuanya menerima pinangan itu kalau memang Rasulullah saw. yang menentukan.

Orang yang melapangkan hati untuk menenggang perbedaan, cenderung akan menemukan banyak kesamaan. Perbedaan itu bukan lantas tidak ada, tetapi kesediaan untuk menenggang perbedaan membuat kita mudah untuk melihat kesamaan dan kebaikannya. Sebaliknya, kita akan merasa tidak nyaman berhubungan dengan orang lain, tidak terkecuali pendamping hidup kita, bila kita sibuk mempersoalkan perbedaan. Apalagi jika kita sering menyebut-nyebutnya, semakin terasa perbedaan itu dan semakin tidak nyaman membina hubungan dengannya.

Semoga Allah melindungi kita dari mempersoalkan perbedaan tanpa mengilmui. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesibukan yang membinasakan. Semoga Allah pula kelak mengukuhkan ikatan perasaan di antara kita dengan kasih sayang, ketulusan, dan kerelaan menenggang perbedaan. Sesungguhnya telah berlalu umat-umat sebelum kita yang mereka binasa karena sibuk mempersoalkan perbedaan dan memperdebatkan hal-hal yang menjadi rahasia Allah.

Nah, jika mempersoalkan perbedaan, menyebut-nyebutnya, dan mengeluhkannya akan membuat hubungan renggang, mengapa tidak melapangkan hati untuk menenggangnya? Sesungguhnya menenggang perbedaan akan menumbuhkan kasih sayang dan kemesraan yang hangat. Ada perasaan mengharukan yang sekaligus membahagiakan jika kita memberikan untuknya apa yang ia sukai.

Untuk itu, ada tiga hal yang perlu kita pahami agar ia mempercayai ketulusan kita. Pertama, berikanlah perhatian yang hangat kepadanya. Besarnya perhatian membuat dia merasa kita sayang dan kita cintai. Kedua terimalah ia tanpa syarat. Penerimaan tanpa syarat menunjukkan bahwa kita mencintainya dengan tulus. Tidak mungkin menerima dia apa adanya jika kita tidak memiliki ketulusan cinta dan kebersihan niat. Ketiga, ungkapkanlah dengan kata-kata yang tepat.

Berkaitan dengan ungkapan ini, ada sebuah tips yang ahsan yang disampaikan oleh ustaz yang kini masih mengajar di jurusan Psikologi, UII, Yogyakarta ini. Yakni terminologi "aku" dan kamu". Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti "aku" . "Aku lebih suka kalau sayurnya lebih manis, sayang" Tapi saat kita mendapatkan suatu kelebihan pada diri pasangan, ia sukses menggoreng telor dadar misalnya (biasanya ia menggoreng berkerak), maka kita gunakan kata ganti "kamu". "Kamu memang pintar, istriku". Kita gunakan kata "aku" untuk sesuatu yang sifatnya negatif dan "kamu" untuk sesuatu yang sifatnya positif. Untuk semua hal.

Tampaknya memang benar, karena penggunaan kata ganti "kamu" untuk sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan kita cenderung menyaran pada arti memvonis alih-alih memosisikan pasangan kita sebagai tertuduh.

Dalam perspektif pragmatik (linguistik), terminologi ini merupakan sebuah upaya penggunaan maksim kesopanan dengan tetap mempertahankan maksim kerja sama. Dengan tujuan agar tidak terjadi konflik pada keduanya.

Berangkat dari petunjuk Allah ini tidak layak bagi kita untuk sibuk mempersoalkan kekurangan ataupun kesalahan, apalagi kekurangan yang sulit dihilangkan, sepanjang ia tidak melakukan kekejian yang nyata. Betapa pun banyak yang tidak kita sukai darinya, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka kepada Allah, barangkali di balik itu Allah berikan kebaikan yang sangat besar. Sebaliknya, sesedikit apa pun keburukannya, bila kita sibuk menyebut-nyebut dan mengingatnya, akan sangat memberatkan jiwa. Dampak selanjutnya tidak hanya bagi hubungan suami istri, tetapi merembet pada hubungan kita dan si kecil.

Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.

Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya.

Dalam buku ini Ustaz Fauzil memang tidak hanya membahas seputar keikhlasan menerima pasangan kita apa adanya. Namun tampaknya beliau memandang masalah yang remeh temeh ini dalam beberapa hal telah menjadi batu karang yang cukup terjal yang kemudian melahirkan benih-benih konflik dan alih-alih perceraian.

Seperti pada bagian akhir, beliau menjelaskan bagaimana upaya belajar itu tidak sebatas menerima apa adanya, tetapi juga diikuti dengan belajar mendengar dengan sepenuh hati. Karena tidak jarang kita bukan tidak paham jawaban yang sesungguhnya diinginkan di balik pertanyaan pasangan.

Cukup banyak hal sepele yang tampaknya kita anggap telah kita berikan tetapi ternyata hal itu jauh meleset dari dugaan. Kita bukan mendengar pasangan tetapi mendengar diri sendiri, kita bukan memberi solusi tapi malah menambah materi. Kita bukan memberi jalan keluar alih-alih menghakimi. Kita bukan memberikan jawaban, tetapi malah memberikan pertanyaan. Kita bukan meringankan tetapi malah memberatkan. Benarkah?

Al akhir, kekayaan itu ada di jiwa. Dan keping kekayaan itu dimulai dari ketulusan menerima. Dengan kekayaan jiwa kita akan lebih mudah memberikan empati, lebih mudah untuk memahami, lebih mudah untuk berbagi dan lebih mudah mendengar dengan sepenuh hati.

Hari ini, ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, hatta yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, demikian Ustaz Aa' berpesan. Little things mean a lot, demikian Ustaz Fauzil menambahkan. Agar cinta bersemi dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.

Masya Allah.
Subhanallah.
Alhamdulillahirabbil alamiin.
Wallahu alam bisshawab.

(bagi yang belum menikah tidak usah khawatir, jika engkau jaga risalah Allah adalah sebuah keniscayaan jika Allah kan berikan yang terbaik buat antum, sekali lagi terbaik dalam perspektif Allah, dan bukan perspektif kita)




(Dikutip dari sini)

(Dari sini)

Friday, September 28, 2007

ORSJ National Conference & Farewell - (27-28 September 2007)




Alhamdulillah, akhirnya presentasi hari ini berakhir juga. Presentasi pertamaku di konferensi, sekaligus satu2nya presenter asing, karena peserta lainnya Jepang semua;D. Agak2 krisis PD hari ini, karena akan mempresentasikan tentang Tokyo ke orang Jepang, hehehe;). Kalau presentasinya tentang Indonesia, sih...so pasti PD abis;P.

Acara ini merupakan rangkaian dari ORSJ (Operations Research Society of Japan) 50th Anniversary, yang kali ini diadakan di kampusku, GRIPS, karena sang Vice President ORSJ ini adalah dosen pembimbing sekaligus Vice President GRIPS.

Hari pertama diisi dengan presentasi di pagi dan sore hari, plus International Session di siangnya, yang menampilkan para pendekar OR dari manca negara: RRC(yang kujemput kemaren;P) , Filipina, AS, dan Korea.

Hari kedua, hanya dipenuhi oleh presentasi, termasuk diriku yang kesripahan jadwal pagi: 09.50-10.10, hiks;(. Berkat jadwal ini pulalah, aku jadi bisa menyaksikan suasana pagi di Roppongi yang masih sepi, jam 08.00, dan hanya dipenuhi oleh taxi serta mobil2 minuman pengisi vending machine;).

Total presenter 91 orang, dan dibagi dalam 6 ruangan paralel di hari pertama, serta 7 ruang paralel di hari kedua. Di ruangan dan sesiku ini, hanya diriku seorang yang ber-English ria...lainnya Japanese, jadinya daku mengheningkan cipta dan merenungkan makna sambil menunggu presentasi mereka. Untungnya senseiku maklum, jadinya aku gak harus "hilang" di tengah lautan kanji ini berlama2, cukup sampe sesi pertama berakhir di 10.30.

Alhamdulillah, presentasi berjalan dengan lancar, cuman sayangnya, dari 40-an orang yang hadir, yang nanya kok cuman 2 orang aja, ya? Tadinya kupikir kendala bahasa, tapi ternyata pas presenter sebelum dan sesudahku yg orang Jepang asli, pertanyaannya malah hanya muncul dari 1 orang doang;(. Apa memang orang Jepang jarang nanya di forum2 seperti ini, ya?

Setelah itu, sambil menunggu sensei dari Osaka, aku bertemu dan foto2 dgn seniorku dari Bangladesh, yang baru saja lulus PhD minggu lalu, dan akan pulang besok (jadi pengen cepet lulus, nih...;(). Yang lucu banget anaknya, si Rayyan...asli pemalu abis, dan senyumnya wah...nggak kuku, hihihi:P.

Oya, di foto terakhir ada OOT lagi, gara2 kemaren nemu penertiban parkir di Roppongi Dori oleh kedua orang berkostum hijau-biru ini. Segitu dulu...mau menebus tidur yang kurang, gara2 4 hari belakangan ini terpaksa tidur pagi dan bangun pagi pula, hehehe....

Mudik...euy: Lebaran en data tambahan...;)

Start:     Oct 4, '07 11:00a
End:     Nov 22, '07 11:00p
Location:     Indonesia
Rencana mudik lagi tahun ini dengan 3 agenda pokok: Lebaran bareng keluarga besar, ngumpulin data riset tambahan, plus kondangan :).

Insya Allah kalo semuanya lancar, tgl. 23 November sudah merapat di Narita lagi...melanjutkan sisa2 perjuangan, ceileh;D.

Gak terasa, tinggal setahun lagi jatah beasiswa berakhir, semoga data2 sensitifnya kali ini bisa terkumpul semuanya, mohon doanya, yaaa....

Yak, siap2, packingnya agak banyak kali ini...soalnya banyak buku yang harus dipulangkan, gara2 lemari buku di rumah sudah overload, hehehe... Bismillah...

Seminar di Osaka

Start:     Dec 13, '07 08:00a
End:     Dec 15, '07
Location:     Osaka University
Tadi ketemu dosen tamu yang dari Osaka, dan beliau ngundang kita (aku dan seorang temen dari Filipina) untuk presentasi di kampusnya bulan Desember ini, setelah seminar bulanan sebelumnya selalu dilakukan di kampus kami, GRIPS;D.

Deg2an sih, soalnya dia bakalan minta seluruh mahasiswanya buat hadir juga, hehehe.... Pokoknya gambarimasu, lah...Osaka...I'm comiiing;D

Tuesday, September 25, 2007

Dari Suidobashi ke Roppongi - 25 September 2007




Hari ini kebagian tugas buat ngejemput salah satu dosen tamu dari RRC, yang nginep di Tokyo Prince Hotel, Tokyo. Makanya jalur keberangkatan hari ini berubah, bukannya transit di Akihabara seperti biasa, tapi di Suidobashi, yang belakangan baru kutahu ternyata stasiun terdekat dari Tokyo Dome yang beken itu;D.

Pas nyampe hotelnya, lebih kaget lagi, karena ternyata si hotel ini deket buanget sama Tokyo Tower! Cuman memang gedungnya terlihat udah lama, sih...walaupun suasana cerah hari ini tetep saja membuatku jeprat-jepret lingkungan di sekitar sini dengan kamera HP tercinta;D.

Pulangnya, karena suasana sudah agak2 mendung, jadinya menyusuri bagian lain Roppongi yang selama ini jarang kulewati, biasa motong jalan soalnya, hehehe;D.

Ternyata sudah banyak perubahan baru di sini, di antaranya ada lorong bawah tanah yang menuju National Art Center of Tokyo (NACT), tetangga depan kampusku;D.

Monday, September 24, 2007

Akihabara at Night - 13 September 2007




Ini foto2 pas buka puasa hari pertama bareng Ike dan Mbak Heni di Akihabara.

Foto yang terakhir itu mobil jenazah, yang nemu pas pulang dari Book-Off Higashi Chiba 2 hari berikutnya...memang OOT, cuman pengen aja masukin di sini, jarang2 nemu mobil ginian soalnya, hehehe;D.