Friday, September 21, 2007

Linkin Park - What I've Done




Video menarik tentang berbagai kerusakan yang ditimbulkan manusia di muka bumi: perang, bencana kelaparan, pencemaran lingkungan, dsb.

Lagunya...seperti biasa ala Linkin Park...enak dan menghentak;D

*Mostingnya video melulu, maklum baru kelar nguber setoran, hehehe;D*

Opick - Tombo Ati




Ada 2 yang teringat tiap denger lagu ini: Ummi dan Ramadhan :D. Soalnya lagu ini jadi favorit Ummi pas diset sebagai OST Ramadhan RCTI tahun 2006 kemaren.



Andra and The Backbone - Sempurna (Video Clip)




Sebenernya nggak gitu suka lagu romantis, cuman pas dapet ini dari Ersa , ternyata suara gitarnya oke banget, jadi suka deh, hehehe;D.

Tapi tetep aja liriknya biyuh, hihihi....nobody's perfect gitu, lho;D

aku bukan pilihan-iwan fals




Iwan Fals lagiiii;D

Friday, September 14, 2007

Indi and Omi's Wedding

Start:     Nov 10, '07 08:00a
Location:     BSD-Tangerang
Nikahannya Indira, adik sepupuku...Insya Allah bisa dateng, pas Hari Pahlawan soalnya, hehehe *Joko Sembung mode on;D*

Yolanda Adams - Never Give Up




A nice and inspiring song....Got the lyrics from here ...:).

***

Visions that can change the world trapped inside an ordinary girl
She looks just like me too afraid to dream out loud
And though it’s simple your idea, it won’t make sense to everybody
You need courage now If you're gonna persevere

To fulfill divine purpose, you gotta answer when you're called
So don't be afraid to face the world against all odds


CHORUS
Keep the dream alive don't let it die
If something deep inside keeps inspiring you to try, don't stop
And never give up, don't ever give up on you
Don't give up

Every victory comes in time, work today to change tomorrow
It gets easier, who’s to say that you can’t fly
Every step you take you get, closer to your destination
You can feel it now, don’t you know you're almost there?

To fulfill divine purpose, you gotta answer when you're called
So don't be afraid to face the world against all odds


CHORUS
Keep the dream alive don't let it die
If something deep inside keeps inspiring you to try, don't stop
And never give up, don't ever give up on you

Sometimes life can place a stumbling block in your way
But you're gotta keep the faith, bring what's deep inside your heart
to the light
And never give up Don't ever give up on you



BRIDGE:
Who holds the pieces to complete the puzzle?
The answer that can solve a mystery
The key that can unlock your understanding
It's all inside of you, you have everything you need yeahhhh

Sooooo, keep the dream alive don't let it die
If something deep inside, keeps inspiring you to try don't stop
And never give up, don't ever give up on you

Sometimes life can place a stumbling block in your way
But you're gotta keep the faith, bring what's deep inside your heart yeah your
heart to the light
And never give up Don't ever give up on you

Nooo don’t give up,
No, no, no, no don’t give up
Oh, no, no, no, no don't...give...up

Wednesday, September 12, 2007

Ini Kisah Ummi

Ini kisah Ummi
yang halus perangai dan lembut hati

dan telah lahirkan kami,
2 putera dan 2 puteri

Ummi yang taat kepada Abi,
tak pernah lupa ajari kami
membaca latin serta mengaji
menghitung angka juga menyanyi

Ummi yang suka bunga melati
sayur dan buah pun ia tanami
tapi takut ulat setengah mati
membuat kami tertawa geli

Ummi jagonya masak
dari nasi kebuli hingga martabak
ataupun rawon serta rendang
yang slalu membuat kami kenyang

Kala tenggelamnya matahari
beragam kue dan kopi
Ummi sediakan bagi kami
kue lapis dan singkong rebus
ataupun kroket dan ketimus
membuat kami tak pernah kurus

Ummi rajin menjahit pula
dari pakaianku hingga baju boneka
juga taplak meja serta mukena

Ummi yang telah stroke 3 kali
tetap berkeras masak sendiri
hingga adik kakakku pun jadi aspri
agar Ummi terhibur hati

Ummi yang halus dan lembut hati
dan setegar karang saat badai menghampiri
'kan selalu kurindu kini juga nanti.


***


Di ultah Ummi yang ke-70, setelah stroke yang kelima kali:
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan yang terbaik, kesehatan dan kebahagiaan lahir bathin, Amiiin.

Saturday, September 08, 2007

Karena ...


Karena dosa dan salah sering tak dirasa

karena sikap tak berkenan sering tak disengaja

karena ucapan menyinggung hati sering tak dinyana

karena usia tiada yang tahu selain-Nya…

 

Mohon dimaafkan segala luput dan khilaf,

baik lisan, tulisan, maupun perbuatan

di keseharian atau pun alam maya tanpa batasan….

 

Semoga Allah SWT mengijinkan kita,

memberikan rahmat dan lindungan-Nya senantiasa,

untuk dapat berjumpa, beribadah, dan mendekatkan diri pada-Nya

kepada Ramadhan yang penuh berkah,

serta selalu memelihara ghirah dan keimanan kita

hingga tetap istiqamah di masa-masa berikutnya.

 

Marhaban ya Syahru Ramadhan…

 

***



(Dari sini)

Nishi Chiba, 8 September 2007 (07.49 PM JST)

Menghitung hari menuju bulan penuh rahmat… Insya Allah

Karena ...


Karena dosa dan salah sering tak dirasa

karena sikap tak berkenan sering tak disengaja

karena ucapan menyinggung hati sering tak dinyana

karena usia tiada yang tahu selain-Nya…

 

Mohon dimaafkan segala luput dan khilaf,

baik lisan, tulisan, maupun perbuatan

di keseharian atau pun alam maya tanpa batasan….

 

Semoga Allah SWT mengijinkan kita,

memberikan rahmat dan lindungan-Nya senantiasa,

untuk dapat berjumpa, beribadah, dan mendekatkan diri pada-Nya

kepada Ramadhan yang penuh berkah,

serta selalu memelihara ghirah dan keimanan kita

hingga tetap istiqamah di masa-masa berikutnya.

 

Marhaban ya Syahru Ramadhan…

 

***



(Dari sini)

Nishi Chiba, 8 September 2007 (07.49 PM JST)

Menghitung hari menuju bulan penuh rahmat… Insya Allah

Saturday, September 01, 2007

Ultah Ummi...sekaligus 1 Ramadhan 1428 H

Start:     Sep 13, '07
Ulang tahun Ummi yang ke-70, Insya Allah ... Tahun ini kemungkinan bertepatan pula dengan 1 Ramadhan 1428 H.

*** Selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1428 H, mohon maaf lahir dan bathin...
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk senantiasa meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri, baik di bulan ini maupun di masa-masa selanjutnya, Amiiin...***

Monday, August 20, 2007

Waspada Gempa

Beberapa hari ini mulai terasa banyak gempa di Jepang, terutama di sekitar Chiba. Bagi rekan2 yang ingin mendapatkan informasi tentang gempa dan info2 terkait dalam menghadapinya, bisa dilihat melalui situs berikut:

1. The Japan Meteorological Agency (JMA), termasuk di dalamnya aktivitas dan tren gempa terakhir, serta ramalan cuaca harian.

2. Untuk pantauan gempa di seluruh dunia: USGS. Penjelasan tentang gempa juga terdapat di sini.

3. Sumber informasi lainnya tentang gempa di kawasan Jepang dapat dilihat di sini.

Tetap waspada dan berdoa, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Amiiiin.

Tuesday, August 14, 2007

Dirgahayu, Negeriku…Betapa Banyak Lukamu…



Dua hari lagi negeri ini bertambah usia, 62 tahun jadinya. Salah satu tradisi menyambut perayaan kemerdekaan ini, termasuk di kota kecilku dulu, Mojokerto, adalah diadakannya berbagai lomba tradisional tujuhbelasan, seperti panjat pinang, lomba makan kerupuk, lomba mengambil uang logam dari tempurung kelapa yang diolesi oli, dsb.. Puncak kegiatan di kota ini adalah karnaval sepeda hias dan gerak jalan (GJ) 17 km, 8 km, dan 25 km (yang terakhir ini biasa disebut GJ Mojosari-Mojokerto/MM), serta panggung seni di setiap RW. Mengapa bukan 45 km? Karena masih ada GJ Mojokerto-Surabaya yang berjarak sekitar 50 km, dan dilakukan setiap peringatan Hari Pahlawan.

Berhubung baru bisa naik sepeda saat di Saitama, jadinya aku dulu hanya mengikuti GJ, 8 km saat kelas 5 dan 6 SD, serta MM ketika di kelas 3 SMA. Namun demikian, karena teman2 sepermainanku selalu aktif dalam karnaval sepeda hias, maka dulu kami selalu berkumpul di rumahnya, dan bekerja sama menghias sepeda2 yang akan ditampilkan.

Hal yang terasa berkesan bagiku saat itu, adalah kegiatan ini telah melepaskan kami dari batas2 kelas, sekolah, bahkan usia. Saat itu ada 6 orang peserta karnaval ini, dari 4 SD yang berbeda pula, dan tidak ada seorang pun yang satu sekolah denganku. Tetapi saat mereka berparade, aku selalu bilang pada ibuku,”Itu sepeda kita!”, sambil menunjuk ke sepeda2 hasil karya kami bersama dengan bangga. Tak lupa memanggil nama temanku sambil heboh ber-dadah ria. Norak banget, ya?

Demikian pula halnya saat aku yang berada dalam pasukan GJ, para temanku yang tidak ikut serta akan dengan setia menunggu sampai pasukan kami semuanya lewat, dan memanggil2 serta meneriakkan kata2 semangat dengan hebohnya. Lain halnya dengan GJ MM. Jauhnya jarak yang kami tempuh ternyata telah mempertemukan kami dengan orang-orang tulus di sepanjang perjalanan.

Saat itu kami ber-17, ditambah 3 orang cadangan yang mengiringi dengan sepeda. Salah satu tugas mereka adalah menyediakan minuman bagi kami semua. Yah, jarak 25 km yang ditempuh 5 jam non-stop (pasukan kami bergerak pk. 16.00 WIB) dalam udara panas memang sangat cepat membuat dehidrasi. Berhubung saat itu cuaca lebih panas dari biasanya, ditambah dengan banyaknya peserta pemula yang tidak pernah berlatih sebelumnya (termasuk aku), jadinya persediaan air kami habis dalam sekejap. Akhirnya, para pengiring ini pun memberanikan diri untuk meminta air kepada penduduk di sekitar jalan sunyi yang saat itu kami lewati.

Agak lama kemudian mereka datang dengan gembira, melambai2kan botol minum yang terisi penuh dan… beberapa buah singkong rebus! Walhasil, barisan pun bubar sesaat, menggerombol di tengah jalan, tetap berjalan sambil heboh berbagi singkong rebus yang masih hangat2 itu… duh, nikmat banget, deh! Ketika beberapa meter kemudian kami kembali melewati para penonton, barisan sudah kembali rapi dengan semangat berkobar… berkat sang singkong rebus.

Iseng kami kambuh ketika melewati kuburan yang sepi, dan hanya ada tukang sate sedang berjualan di depannya. Ketika berjarak sekitar 5 meter dari si penjual sate, salah seorang dari kami berteriak,”Pak, satene sate mayit, yo?[1]” disambut dengan tawa kami berbarengan. Yang lainnya menimpali,”Dodol sate kok nang kuburan, engko dituku Sundel Bolong lho, Pak![2]” Tawa kami pun semakin keras, berbarengan dengan adzan Maghrib yang terdengar di kejauhan. Tak dinyana, tiba2 si bapak berteriak2 sambil mengacung2kan clurit! Kami pun langsung kabur serentak sambil tetap tertawa2 geli. Ah, bener2 kocak, deh! Setelah si Bapak tidak terlihat, barulah kami berjalan normal, dan berhasil sampai di garis akhir, alun-alun Mojokerto (yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumahku) tepat pk. 21.00.

***

Begitulah adanya perayaan kemerdekaan setiap tahun di negeri ini. Untuk beberapa hari itu, seluruh masyarakat terlibat dalam keriaan dan kebersamaan. Hilang sementara kelelahan dalam menapaki hidup karena penghasilan yang pas-pasan. Lupa sejenak akan cita2 untuk bersekolah karena SPP yang mencekik leher. Tertawa bersama untuk sekejap, tak memikirkan pekerjaan yang belum juga diperoleh, meskipun ijasah sarjana sudah lama digenggam.

Di kantor2, para pegawai pun larut dalam suasana upacara serta pekan olah raga dan seni. Perhatian dialihkan, dari penanganan korupsi yang tak kunjung berkurang dan korban bencana yang silih berganti, menjadi strategi untuk memenangkan berbagai pertandingan olah raga, serta menampilkan atraksi terbaik di panggung seni.

Acara di berbagai media elektronik kembali mengelu2kan para pelaku sejarah kemerdekaan, yang selanjutnya akan kembali terlupakan begitu bulan keramat ini berakhir. Taman Makam Pahlawan menjadi ramai pengunjung, sementara selama ini tak ada yang peduli dengan para keluarga pahlawan tersebut.

Berbagai tontonan epik disajikan, untuk membangkitkan nasionalisme seluruh bangsa dalam merebut kemerdekaan. Sayangnya, nasionalisme yang bangkit saat ini tak digunakan sebagai spirit untuk mengisi kemerdekaan, karena ini semua hanya semangat sesaat… berkobar di bulan keramat, untuk kemudian raib secepat gelegar kebangsaan itu menguap.

Semoga kali ini dan selanjutnya semangat persatuan dan kebersamaan itu tetap bertahan, karena tanpa tindakan, negeri ini tidak akan mengalami perubahan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa dan negeri tercinta ini, melimpahkan keberkahan dan kemerdekaan yang sebenarnya, lahir dan bathin, Amiiin.

Dirgahayu Indonesiaku… Semoga lukamu segera terobati…

***

“If our country is worth dying for in time of war let us resolve that it is truly worth living for in time of peace.”  ~Hamilton Fish

***

(Dari sini)

Nishi Chiba, 15 Agustus 2007 (4.07 AM)

(Di negara yang berkabung karena kalah PD II)


[1] Bhs. Jawa = Pak, satenya sate mayat, ya?

[2] Bhs. Jawa = Jual sate kok di kuburan, entar dibeli Sundel Bolong lho, Pak!

Monday, August 13, 2007

EAST JAVA : The Real Tropical Country of Indonesia Tourism

http://www.eastjava.com/
Baru nemu, nih...info2 tentang pariwisata di Jatim, ada peta2nya juga, lho (gak cuman peta Jatim, tapi juga peta daerah2 lain di Indonesia)!...Duh, jadi kangen pulang kampung... ;D

Sunday, August 05, 2007

Nekat Bertanya, Pusing di Jalan

Jadi inget kejadian ini gara-gara obrolan di perjalanan pulang pasca per-kembang api-an kemaren.

Kejadiannya di Saitama, minggu pertama kehadiranku di Jepang, tahun 1999. Waktu itu aku hanya kenal 3 kata dalam Bahasa Jepang: arigato (terima kasih), konnichiwa (selamat siang), dan sayonara (selamat tinggal). Begitu dateng, nambah satu kata sakti dari temen2 Saidai: sumimasen (bisa berarti maaf atau permisi). Yah, karena program studiku dalam Bhs. Inggris, jadinya pihak Monbusho merasa tidak perlu untuk memberikan kursus Bhs. Jepang sebelum kuliah.

Ceritanya, saat itu aku harus ke bank lokal, yang berdasarkan instruksi temen, berada tepat di seberang Mc D. Karena dia bilang tempat ini deket banget, cuman sekitar 15 menit jalan kaki dari kampus, maka dengan tenangnya aku pun berangkat sendiri.

Ini kali pertama aku berjalan sendiri ke area luar kampus, karena hari-hari sebelumnya disibukkan dengan pekan orientasi. Parahnya, waktu itu gak kepikir untuk minta temen supaya digambarin denahnya, hingga akhirnya, setelah berjalan beberapa waktu, aku bingung. Berada di  tempat asing, dengan berbagai tulisan ajaib yang tak dapat kubaca, ditambah dengan bahasa yang tak kumengerti pula… lengkaplah sudah penderitaan!

Akhirnya aku melihat seorang cowok Jepang (J) yang sepertinya anak kuliahan, lewat di depanku yang sedang berdiri kebingungan. Aku pun menghampirinya dan bertanya.

F: Sumimasen, where is Mc Donalds?

J: Eeee? (dengan ekspresi bingung dan mendekatkan telinganya ke arahku).

F: MAC-DO-NALDS! (dengan suara lebih keras, kupikir dia kurang jelas karena jalanan lumayan rame waktu itu).

J: Eeee? (dengan ekspresi sama, semakin mendekatkan telinganya).

F: (bingung sesaat) MAC-DEE? Where is it?

J: Eeee? (dengan suara lebih keras pula).

F: (semakin bingung, nyoba lagi) MAC-DO-NALDS!

J: Eeee?

F: (Waduh, masa sih cowok kayak dia gak tau McD? Mulai bingung, kudu ngapain lagi. Nama si boneka kuning yang suka nongkrong di McD itu pun aku gak tahu! Akhirnya keinget sesuatu) BIG M! (sambil tanganku membentuk huruf M lambang McD).

J: (berpikir sejenak) Aaaaa … Makudonarudo*)! (sambil tersenyum lebar dan mengangguk-angguk).

F: Heeeeh?!? *gabruuks*

Hiks…jauh banget, sih, Mas!!!

***

*) = tulisan di kiri atas gambar

(dari sini)

Nishi Chiba, 5 Agustus 2007 (17.17 JST)

* Setelah beres makan siang…*