Friday, January 18, 2008

Cooking… What a Journey! (Part 1)

 

Memasak! Yap, ini dia kata kerja kedua (setelah menggambar) yang sejak dulu selalu membuatku mengheningkan cipta saat mendengarnya! Bukannya apa-apa, bagiku kedua kata kerja ini selalu menjadi kata benda abstrak, saking susahnya membayangkan untuk melakukannya.

Dari dulu memang aku tidak suka memasak (cooking), hanya suka membantu Ummi membuat kue (baking). Kenapa? Yah, karena memasak itu prosesnya sangat panjang dan merepotkan! Coba saja bayangkan: pertama mengupas bumbu dan sayuran, mencucinya, mengiris (halus, kalau mengiris kasar/mencincang sih nggak masalah), terus mengulek sampai halus, kemudian menumis, mencampurkan bumbu dengan software lainnya (daging, telur, ikan, tempe tahu, dkk.), barulah proses panjang ini selesai. Tapi jangan salah, perjuangan akan bertambah panjang jika masakan ini menggunakan santan, seperti rendang dkk.. Yak, tambahkan lagi proses mengupas kelapa, memarut, mencampur dengan air dan mengaduk rata, memeras santannya, sampai akhirnya…(fiuuuh), menyaring santan ini untuk selanjutnya digabungkan dengan teman2nya di atas. Kenapa ribet banget? Karena ini melihat dari kebiasaan Ummi yang tidak pernah memakai bumbu bubuk, kurang sedap katanya…. Lagi pula kami saat itu di kampung, sehingga belum mengenal alat2 seperti blender atau pun food processor seperti saat ini.

Nah, coba kita bandingkan dengan baking. Kegiatannya hanyalah: menimbang bahan, mengaduk bahan (itu pun dengan mixer), lapisi loyang dengan mentega dan sedikit tepung terigu, masukkan adonan ke loyang, panggang…selesai!

Itulah sebabnya, dulu (waktu SD), setiap disuruh Ummi membantu masak, aku selalu tawar-menawar. Contohnya: mau bantuin ngiris kacang panjang/ memeras santan, asalkan nanti dapet tahu goreng 3 buah. Atau mau juga ngupasin bawang merah, asal dapet tempe goreng 5 buah (pake nangis bombay, sih!). Pokoknya “upah” ini berkisar antara 3 dan 5, minimum 3 dan maksimum 5 . Makanya lama-kelamaan, Ummi malas menyuruhku bantuin masak, ‘kebanyakan upahnya’ katanya. Tapi untuk bikin kue… ini sih selalu membantu tanpa diminta, soalnya hadiahnya itu yang nggak nahan…ngabisin sisa adonan di loyang! Apalagi kalau kue coklat, wah…adonannya uenaaak banget! Entah kenapa, kami berempat (aku, kakak, dan adik2ku) sangat senang ngabisin adonan kue, rasanya memang lebih nikmat dari matengnya, lho…cobain deh, kalau nggak percaya!

Kembali ke masak. Nah, sejak itu, praktis aku tidak pernah ke dapur lagi, kecuali untuk kegiatan praktek tata boga di sekolah, karena rumahku sejak SD sampai SMA selalu jadi base camp. Aku lebih memilih membantu Abi menjaga toko materialnya daripada membantu Ummi di dapur. Bahkan saat aspri di rumah mudik lebaran, aku lebih memilih untuk mengepel seluruh rumah dan memberi makan para hewan piaraan yang seabrek itu, daripada bantuin masak!

Kejadian ini berlangsung terus hingga aku kuliah di Bandung, dan tinggal bersama pamanku sekeluarga di sana. Semester awal2, aku masih sering disuruh membantu di dapur oleh tante, bareng dengan sepupuku, Si Sulung merangkap putri pertama dari 7 bersaudara, yang usianya 3 tahun di atasku. Namun semester2 berikutnya, aku semakin sibuk dengan berbagai kegiatan di kampus, sehingga hanya sempat membantu saat liburan saja. Itu pun hanya untuk mencuci piring atau pun menata meja bagi keluarga besar kami.

Bahkan pada saat KKN, kembali aku terselamatkan dari tugas ini. Waktu itu kami bertujuh, 3 putri dan 4 putra. Kedua putri ini keluarganya punya catering, jadi urusan masak…beres, lah! Dua dari 4 putra ini juga bisa masak, yang satu karena hobi, yang kedua karena ibunya sibuk dan tidak ada aspri di rumah, sedangkan kakak2nya sudah ‘mentas’ semua, jadilah dia sendirian di rumah, dan sering bereksperimen memasak yang cepat dan enak. Ketika mengatur pembagian jadwal masak dan tugas2 lainnya, si sekretaris kelompok kami (yang ibunya punya catering itu) mendekatiku.

“Fit, gue nggak ngerti apa2 soal administrasi, mendingan elu aja yang jadi sekretaris, ya? Ntar tugas masak elu biar gue yang gantiin, gue masakin yang enak2, deh…elu tinggal bantuin ngiris2 sama masak nasi aja, OK?” Aku terkejut dan memandangnya dengan takjub. 'Kok ada ya, orang yang mau menukar kegiatan ngetik surat doang dengan pekerjaan super ribet begitu?' pikirku saat itu. Namun begitu tersadar (perasaan tadi nggak pake pingsan, deh), aku langsung menyanggupinya dengan sepenuh hati.

Hiks, betapa indahnya dunia saat itu… Allah memang selalu menyelamatkanku dari saat2 terjepit seperti sekarang ini…*hehehe, hiperbolanya keluar, deh!*

Maka semuanya pun berjalan dengan bahagia… kami ber-7 merupakan satu2nya kelompok di angkatan tersebut yang sukses menambah berat sekitar 3 kg selama KKN 2 bulan itu… padahal memasak sendiri! Satu lagi, aku jadi jago masak nasi (bukan pake rice cooker, lho...tapi pake dandang yang lewat proses diaron segala, namanya juga di desa KKN). Tapi judul akhirnya sih…sampai dengan lulus kuliah, aku masih terbebas dari tugas masak ini, hehehe!

(Bersambung ke sini)

Wednesday, January 16, 2008

Bener, 'kan?

Pagi yang cerah ini kuawali dengan persiapan untuk kursus Jepun di CCIA, Chiba. Berhubung selesainya nanti sekitar pk. 12-an, dan nasi sudah habis, maka sejak semalem kuniatin untuk masak nasi pagi2  (ampun deh, masak nasi aja kok pake niat semaleman, ya...).

Begitulah, setelah siap2 dan beres sarapan, aku pun mencuci beras, masukin ke rice cooker, dan colokin kabelnya. Saat itu kulihat masih ada waktu 15 menit lagi sebelum berangkat ke stasiun. Dari pada nungguin Sensei Jepun-ku kelamaan di sana, jadilah kuputuskan untuk membaca buku yang baru saja dipinjami oleh Dwi.

Pas selesai 1 bab, alarm HP-ku berbunyi. Segera aku bersiap2 dan berangkat. Saat akan mengunci pintu, aku merasa ada yang terlupa, entah apa. Setelah memastikan semuanya ada di dalam tas dan heater sudah dimatikan, aku pun berangkat...walaupun masih dengan perasaan tidak enak.

Jepun kali ini berjalan lancar. Setelah belajar tata bahasa, Sensei memberikan game tentang kata benda dalam hiragana dan keterangan tempat. Pk. 12.30, kursus pun selesai. Seperti biasa, sebelum pulang kami harus melakukan pemesanan tempat untuk minggu depan di komputer. Anehnya, ternyata minggu depan penuh banget untuk jam yang sama! Terpaksalah kami melakukan kursus minggu depan di sofa depan, tidak di area belajar seperti yang biasa kami lakukan. Setelah itu kami pun berpisah.

Sesampainya di stasiun tempat tinggalku, aku mampir sebentar untuk membeli susu dkk.. Selesai belanja, aku langsung pulang, karena belum sholat Dhuhur dan makan siang, padahal perutku sudah lapar banget...maklumlah, sudah pk. 13.30-an, dan aku cuman sarapan rutin roti dan susu!

Di perjalanan ke rumah, kembali aku teringat dengan perasaan tidak enak tadi. Tiba2 sesuatu terlintas di pikiranku, dan membuatku segera bergegas melangkah.

Begitu masuk rumah, aku langsung mengecek rice cooker. Dan ternyata...bener, kan...aku lupa menekan tombol "cook"!!! Kulihat air yang merendam beras itu sudah berkurang, dan langsung kututup lagi. Tekan tombolnya, dan aku pun segera berwudhu lalu sholat dengan perut berdendang. Yah...harus menunggu 30 menit lagi, gara2 lupa tadi. Duh...ampun deh...wong pelupa kok gak sembuh2 tho yooo....

***
(Nasi kuning lengkapku pas tgl. 1 Muharram 1429 H kemaren)
Nishi Chiba, 16 Januari 2008 (21.43 JST)
*Segitu dulu curhatnya...balik ke setoran lagiiii....*

Bener, 'kan?

Pagi yang cerah ini kuawali dengan persiapan untuk kursus Jepun di CCIA, Chiba. Berhubung selesainya nanti sekitar pk. 12-an, dan nasi sudah habis, maka sejak semalem kuniatin untuk masak nasi pagi2  (ampun deh, masak nasi aja kok pake niat semaleman, ya...).

Begitulah, setelah siap2 dan beres sarapan, aku pun mencuci beras, masukin ke rice cooker, dan colokin kabelnya. Saat itu kulihat masih ada waktu 15 menit lagi sebelum berangkat ke stasiun. Dari pada nungguin Sensei Jepun-ku kelamaan di sana, jadilah kuputuskan untuk membaca buku yang baru saja dipinjami oleh Dwi.

Pas selesai 1 bab, alarm HP-ku berbunyi. Segera aku bersiap2 dan berangkat. Saat akan mengunci pintu, aku merasa ada yang terlupa, entah apa. Setelah memastikan semuanya ada di dalam tas dan heater sudah dimatikan, aku pun berangkat...walaupun masih dengan perasaan tidak enak.

Jepun kali ini berjalan lancar. Setelah belajar tata bahasa, Sensei memberikan game tentang kata benda dalam hiragana dan keterangan tempat. Pk. 12.30, kursus pun selesai. Seperti biasa, sebelum pulang kami harus melakukan pemesanan tempat untuk minggu depan di komputer. Anehnya, ternyata minggu depan penuh banget untuk jam yang sama! Terpaksalah kami melakukan kursus minggu depan di sofa depan, tidak di area belajar seperti yang biasa kami lakukan. Setelah itu kami pun berpisah.

Sesampainya di stasiun tempat tinggalku, aku mampir sebentar untuk membeli susu dkk.. Selesai belanja, aku langsung pulang, karena belum sholat Dhuhur dan makan siang, padahal perutku sudah lapar banget...maklumlah, sudah pk. 13.30-an, dan aku cuman sarapan rutin roti dan susu!

Di perjalanan ke rumah, kembali aku teringat dengan perasaan tidak enak tadi. Tiba2 sesuatu terlintas di pikiranku, dan membuatku segera bergegas melangkah.

Begitu masuk rumah, aku langsung mengecek rice cooker. Dan ternyata...bener, kan...aku lupa menekan tombol "cook"!!! Kulihat air yang merendam beras itu sudah berkurang, dan langsung kututup lagi. Tekan tombolnya, dan aku pun segera berwudhu lalu sholat dengan perut berdendang. Yah...harus menunggu 30 menit lagi, gara2 lupa tadi. Duh...ampun deh...wong pelupa kok gak sembuh2 tho yooo....

***
(Nasi kuning lengkapku pas tgl. 1 Muharram 1429 H kemaren)
Nishi Chiba, 16 Januari 2008 (21.43 JST)
*Segitu dulu curhatnya...balik ke setoran lagiiii....*

Friday, January 11, 2008

Puding Coklat


Description:
Akhir2 ini lagi masa pertumbuhan (baca: lafeer melulu;P), makanya stok makanan cepet banget menipis. Kebetulan baru beli coklat dan susu yang nyaris kadaluwarsa (knapa sih, baru masak kalo udah kepepet, yak;P), terus setelah browsing, dapet resep puding gampang dari sini .

Di resep aslinya sih, vlanya pake yoghurt, tapi karena daku nggak suka yoghurt, jadilah kupakai susu kental manis coklat yang dicampur dengan tetesan lemon 100%...maklum, pencinta kombinasi asem dan manis:P.

Ingredients:
Puding:
- 1 bungkus agar -agar
- 500 ml susu cair
- 2 butir kuning telur kocok lepas
- 125 gr gula pasir
- 35 gr coklat bubuk
- 50 gr coklat blok dipotong kecil-kecil
- 1 / 2 sdt garam.

Vla:
- susu kental manis coklat
- lemon 100% (beberapa tetes, sesuai selera).

Directions:
1. Aduk jadi satu coklat bubuk, gula, garam dan sebagian susu, sisihkan.
2. Aduk sisa susu dengan agar bubuk sampai agar larut, masak di atas api sampai mendidih. Masukkan adonan coklat, aduk rata.
3. Ambil 1 sendok larutan agar, campur dengan kuning telur, aduk rata, tuang kembali ke adonan agar (kecilkan api) dan didihkan kembali.
4. Matikan api, aduk-aduk sampai hilang uap panasnya, tuang ke cetakan.
5. Hidangkan dengan vla.

Puding Coklat


Description:
Akhir2 ini lagi masa pertumbuhan (baca: lafeer melulu;P), makanya stok makanan cepet banget menipis. Kebetulan baru beli coklat dan susu yang nyaris kadaluwarsa (knapa sih, baru masak kalo udah kepepet, yak;P), terus setelah browsing, dapet resep puding gampang dari sini .

Di resep aslinya sih, vlanya pake yoghurt, tapi karena daku nggak suka yoghurt, jadilah kupakai susu kental manis coklat yang dicampur dengan tetesan lemon 100%...maklum, pencinta kombinasi asem dan manis:P.

Ingredients:
Puding:
- 1 bungkus agar -agar
- 500 ml susu cair
- 2 butir kuning telur kocok lepas
- 125 gr gula pasir
- 35 gr coklat bubuk
- 50 gr coklat blok dipotong kecil-kecil
- 1 / 2 sdt garam.

Vla:
- susu kental manis coklat
- lemon 100% (beberapa tetes, sesuai selera).

Directions:
1. Aduk jadi satu coklat bubuk, gula, garam dan sebagian susu, sisihkan.
2. Aduk sisa susu dengan agar bubuk sampai agar larut, masak di atas api sampai mendidih. Masukkan adonan coklat, aduk rata.
3. Ambil 1 sendok larutan agar, campur dengan kuning telur, aduk rata, tuang kembali ke adonan agar (kecilkan api) dan didihkan kembali.
4. Matikan api, aduk-aduk sampai hilang uap panasnya, tuang ke cetakan.
5. Hidangkan dengan vla.

Thursday, January 10, 2008

Diet Sehat Sesuai Golongan Darah

Topik lama sih sebenernya, cuman pas lagi iseng kok ya nemu ini...ya sudahlah disimpen aja di sini, buat dibaca2 lagi nanti.
Semoga bermanfaat....
________________________

Diet Sehat Sesuai Golongan Darah

Cara diet untuk mendapatkan tubuh sehat bertambah lagi. Seorang dokter naturopati dari Amerika Serikat, Dr.Peter J. D'Adamo menemukan cara berdiet berdasarkan golongan darah. Konon, karena setiap orang memiliki golongan darah berbeda, maka makanan yang dikonsumsinya pun harus berbeda.

CARA berdiet ini didasari penemuan D'Adamo bahwa lektin atau protein yang terdapat pada berbagai jenis makanan akan menghasilkan pengaruh berbeda pada setiap golongan darah. Jika tidak cocok pada golongan darah tertentu, lektin bisa menyebabkan terjadinya penggumpalan sel-sel darah. Menjaga asupan makanan agar sesuai dengan kebutuhan golongan darah tertentu ini dipercaya juga bisa mengembalikan fungsi penjagaan sistem tubuh dan memperbaiki metabolisme tubuh. Selain itu, masing-masing golongan darah rentan atau berisiko tehadap jenis penyakit yang berbeda.

Cara diet berdasarkan golongan darah di luar negeri mulai populer dimana menjaga asupan makanan agar sesuai dengan kebutuhan golongan darah tertentu ini dipercaya bisa mengembalikan fungsi penjagaan sistem tubuh dan memperbaiki metabolisme tubuh.* DUDI SUGANDI/”PR”

Cara diet berdasarkan golongan darah di luar negeri, terutama di negara asalnya Amerika, sudah mulai populer. Di Indonesia, masih sulit menemukan orang yang ahli dalam diet ini atau orang-orang yang menggunakannya.

Menurut ahli gizi dan diet sehat dengan cara food combining, Andang Gunawan, tak ada data tentang pengikut pola makan berdasarkan golongan darah. "Saya sendiri baru menemukan dua orang yang menurut mereka berhasil dengan metode ini, kebetulan kenalan saya. Salah seorang menggabungkan metode ini dengan metode food combining. Menurut dia hasilnya jauh lebih baik," kata Andang.

Dijelaskan Andang, diet golongan darah termasuk jenis diet yang relatif baru di dunia ilmu gizi. Selain D'Adamo belum ada pihak lain yang melakukan penelitian khusus tentang diet ini.

Senada dengan Andang, pakar gizi dr. Kunkun K. Wiramihardja, M.S. menyatakan masih asing dengan pola diet berdasarkan golongan darah itu. Kunkun memperkirakan, yang paling paham dalam hal ini adalah naturopath atau dokter yang meyakini ilmu pengobatan bisa dilakukan dengan obatan-obatan yang sifatnya alami, baik dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan.

"Kalau saya lihat para naturopath ini berniat menghentikan penyakit dengan cara menjaga pola makan dan gaya hidup. Jika pola makan dikaitkan dengan penyakit tertentu, tidak ada yang bertentangan," ujar Kunkun.

Yang mengganjal hati Kunkun adalah jika orang mengaitkan golongan darah tertentu dengan rentannya terhadap suatu jenis penyakit tertentu pula. "Itu yang saya tidak sepakat, misalnya bahwa golongan darah B lebih kuat terhadap penyakit jantung. Itu perlu penelitian lebih lanjut," kata Kunkun.

Kunkun membuat contoh, penelitian tentang penyakit jantung umumnya menghinggapi mereka yang berusia lanjut sudah terbukti. "Penelitian ini dilanjutkan untuk meneliti kaitan antara penyakit jantung dan golongan darah bisa saja," kata Kunkun. Misalnya, para penderita jantung ini dikelompokkan lagi berdasarkan golongan darah, sehingga bisa menghasilkan kelompok golongan darah mana yang terbanyak dan memiliki penyakit jantung.

"Hal ini tidak dikemukakan oleh beliau (D'Adamo). Pembuktian lebih mengacu pada ‘pengalaman saya’ atau menurut ‘pengalaman ayah saya’," tutur Kunkun.

**

Terlepas dari masih "anehnya" diet berdasarkan golongan darah ini, tidak ada salahnya kita mengintip cara baru ini. Secara garis besar golongan darah dikelompokkan dalam 4 tipe, yaitu A, B, AB, dan O.

Pemilik golongan darah A disarankan mengonsumsi bahan makanan yang sedikit mengandung lektin. Para pemilik golongan darah ini memiliki lambung dengan kandungan lektin rendah. Jika asupan lektin berlebihan, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan lambung. Selain itu, mereka yang bergolongan darah A menghasilkan lendir lebih banyak dibanding golongan darah lainnya. Keadaan ini menimbulkan risiko terhadap penyakit jenis alergi, seperti asma, infeksi telinga, dan gangguan pada pernapasan.

Makanan yang dianjurkan adalah dari kelompok nabati. Sumber hewani bisa diperoleh dari ikan dan ayam kampung, ini pun dengan jumlah dan frekuensi terbatas. Susu yang dianjurkan adalah susu fermentasi ( yoghurt atau kefir), krim tanpa lemak, keju alami, telur dalam jumlah terbatas ( dari jenis organik atau telur ayam kampung), lemak dalam jumlah terbatas, kacang-kacangan seperti kenari, biji-bijian, almond, susu kedelai alami. Orang dengan golongan darah A ini semestinya memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan segar.

Makanan yang harus dihindari karena banyak mengandung lektin atau makanan yang bisa merangsang tubuh memproduksi banyak lendir adalah hidangan laut berwarna putih seperti cumi-cumi dan kakap putih, daging sapi, susu, keju hasil olahan industri, kacang merah, kacang tolo, roti, kue-kue, cake, kentang, kol, mangga, pepaya, jeruk impor, dan pisang. Juga bahan makanan olahan seperti sosis, kornet, dendeng, ham, dan daging asap, minyak jagung, minyak kacang tanah.

Pemilik golongan darah B adalah tipe kebalikan dari golongan darah A. Mereka diizinkan menyantap sumber hewani dengan porsi lebih banyak. Namun karena pemilik golongan B rentan terhadap penyakit autoimun dan serangan virus, mereka dianjurkan banyak mengonsumsi sayuran hijau yang kaya magnesium.

Daftar makanan yang diperbolehkan adalah daging sapi, domba, kelinci, ikan laut, semua produk susu, kecuali blue chesse dan es krim, telur ayam organik dan telur ayam kampung, minyak zaitun lebih dari satu sendok, beras merah, beras putih pecah kulit, beras putih tumbuk, bahan makanan dari bahan beras atau tepung beras, havermut, bekatul, semua jenis buah terlebih nanas sangat baik. Namun ada juga jenis buah yang harus diminimalkan konsumsinya, yaitu yang kaya lektin seperti kesemek, delima, belimbing, dan pir.

Selain itu, ia tidak diperbolehkan atau membatasi mengonsumsi ayam, kepiting, lobster, udang, kerang, scalop, remis, tiram, kodok, telur puyuh, telur bebek, minyak wijen, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai. Batasi juga konsumsi kelapa, santan, kedelai, kacang tanah, biji bunga matahari, biji labu, wijen, kacang mete, pistasio, tempe, tahu susu kedelai, kacang merah, kacang tolo, makanan dari terigu, mi instan, ketan, jagung, lobak, tomat, jagung, jagung muda.

Pola makan pemilik golongan darah AB adalah perpaduan antara pola makan golongan A dan B. Penyakit yang berisiko diderita adalah sinus, infeksi telinga, dan gangguan saluran napas. Berikut makanan yang dianjurkan. Hidangan laut, semua telur (kecuali telur bebek), susu fermentasi, minyak zaitun, minyak kanola, minyak kedelai, minyak kacang tanah, kacang tanah, semua jenis sayuran, semua jenis buah-buahan kecuali jeruk.

Untuk golongan AB ini, pantangannya tidak terlalu ketat, namun harus membatasi konsumsi daging sapi. lobster, udang, cumi, ikan ekor kuning, belut , teri, kodok . Hindari susu dan semua produk susu, daging olahan. Semua jenis kacang dikonsumsi sedikit-sedikit sambil mengamati reaksinya. Wijen dan minyak wijen perlu diwaspadai. Batasi konsumsi terigu dan makanan olahan seperti roti, cake, kue, pasta. Hindari pula, jagung, taoge, jamur, radis, dan jeruk.

Beruntunglah pemilik golongan darah O yang menyukai daging-dagingan. Mereka boleh menyantap daging sebanyak-banyaknya, kecuali daging olahan. Tetapi golongan ini harus mengimbanginya dengan mengonsumsi sayur-sayuran yang banyak pula. Boleh juga menyantap minyak jenis nabati, minyak zaitun, dan buah-buhan segar

Yang harus dihindari atau dibatasi adalah kol, brokoli, kembang kol, sawi, pokcoi, taoge, terong, jamur, dan kentang. Telur, susu, dan kacang-kacangan tak terlalu berguna lagi karena tubuh telah mendapat asupan dari sumber hewani. Juga terigu dan makan hasil olahannya tidak terlalu bermanfaat lagi. Bagi Anda yang sensistif, hindari jeruk karena berisiko keracunan usus. (Uci Anwar)***

Diet Sehat Sesuai Golongan Darah

Topik lama sih sebenernya, cuman pas lagi iseng kok ya nemu ini...ya sudahlah disimpen aja di sini, buat dibaca2 lagi nanti.
Semoga bermanfaat....
________________________

Diet Sehat Sesuai Golongan Darah

Cara diet untuk mendapatkan tubuh sehat bertambah lagi. Seorang dokter naturopati dari Amerika Serikat, Dr.Peter J. D'Adamo menemukan cara berdiet berdasarkan golongan darah. Konon, karena setiap orang memiliki golongan darah berbeda, maka makanan yang dikonsumsinya pun harus berbeda.

CARA berdiet ini didasari penemuan D'Adamo bahwa lektin atau protein yang terdapat pada berbagai jenis makanan akan menghasilkan pengaruh berbeda pada setiap golongan darah. Jika tidak cocok pada golongan darah tertentu, lektin bisa menyebabkan terjadinya penggumpalan sel-sel darah. Menjaga asupan makanan agar sesuai dengan kebutuhan golongan darah tertentu ini dipercaya juga bisa mengembalikan fungsi penjagaan sistem tubuh dan memperbaiki metabolisme tubuh. Selain itu, masing-masing golongan darah rentan atau berisiko tehadap jenis penyakit yang berbeda.

Cara diet berdasarkan golongan darah di luar negeri mulai populer dimana menjaga asupan makanan agar sesuai dengan kebutuhan golongan darah tertentu ini dipercaya bisa mengembalikan fungsi penjagaan sistem tubuh dan memperbaiki metabolisme tubuh.* DUDI SUGANDI/”PR”

Cara diet berdasarkan golongan darah di luar negeri, terutama di negara asalnya Amerika, sudah mulai populer. Di Indonesia, masih sulit menemukan orang yang ahli dalam diet ini atau orang-orang yang menggunakannya.

Menurut ahli gizi dan diet sehat dengan cara food combining, Andang Gunawan, tak ada data tentang pengikut pola makan berdasarkan golongan darah. "Saya sendiri baru menemukan dua orang yang menurut mereka berhasil dengan metode ini, kebetulan kenalan saya. Salah seorang menggabungkan metode ini dengan metode food combining. Menurut dia hasilnya jauh lebih baik," kata Andang.

Dijelaskan Andang, diet golongan darah termasuk jenis diet yang relatif baru di dunia ilmu gizi. Selain D'Adamo belum ada pihak lain yang melakukan penelitian khusus tentang diet ini.

Senada dengan Andang, pakar gizi dr. Kunkun K. Wiramihardja, M.S. menyatakan masih asing dengan pola diet berdasarkan golongan darah itu. Kunkun memperkirakan, yang paling paham dalam hal ini adalah naturopath atau dokter yang meyakini ilmu pengobatan bisa dilakukan dengan obatan-obatan yang sifatnya alami, baik dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan.

"Kalau saya lihat para naturopath ini berniat menghentikan penyakit dengan cara menjaga pola makan dan gaya hidup. Jika pola makan dikaitkan dengan penyakit tertentu, tidak ada yang bertentangan," ujar Kunkun.

Yang mengganjal hati Kunkun adalah jika orang mengaitkan golongan darah tertentu dengan rentannya terhadap suatu jenis penyakit tertentu pula. "Itu yang saya tidak sepakat, misalnya bahwa golongan darah B lebih kuat terhadap penyakit jantung. Itu perlu penelitian lebih lanjut," kata Kunkun.

Kunkun membuat contoh, penelitian tentang penyakit jantung umumnya menghinggapi mereka yang berusia lanjut sudah terbukti. "Penelitian ini dilanjutkan untuk meneliti kaitan antara penyakit jantung dan golongan darah bisa saja," kata Kunkun. Misalnya, para penderita jantung ini dikelompokkan lagi berdasarkan golongan darah, sehingga bisa menghasilkan kelompok golongan darah mana yang terbanyak dan memiliki penyakit jantung.

"Hal ini tidak dikemukakan oleh beliau (D'Adamo). Pembuktian lebih mengacu pada ‘pengalaman saya’ atau menurut ‘pengalaman ayah saya’," tutur Kunkun.

**

Terlepas dari masih "anehnya" diet berdasarkan golongan darah ini, tidak ada salahnya kita mengintip cara baru ini. Secara garis besar golongan darah dikelompokkan dalam 4 tipe, yaitu A, B, AB, dan O.

Pemilik golongan darah A disarankan mengonsumsi bahan makanan yang sedikit mengandung lektin. Para pemilik golongan darah ini memiliki lambung dengan kandungan lektin rendah. Jika asupan lektin berlebihan, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan lambung. Selain itu, mereka yang bergolongan darah A menghasilkan lendir lebih banyak dibanding golongan darah lainnya. Keadaan ini menimbulkan risiko terhadap penyakit jenis alergi, seperti asma, infeksi telinga, dan gangguan pada pernapasan.

Makanan yang dianjurkan adalah dari kelompok nabati. Sumber hewani bisa diperoleh dari ikan dan ayam kampung, ini pun dengan jumlah dan frekuensi terbatas. Susu yang dianjurkan adalah susu fermentasi ( yoghurt atau kefir), krim tanpa lemak, keju alami, telur dalam jumlah terbatas ( dari jenis organik atau telur ayam kampung), lemak dalam jumlah terbatas, kacang-kacangan seperti kenari, biji-bijian, almond, susu kedelai alami. Orang dengan golongan darah A ini semestinya memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan segar.

Makanan yang harus dihindari karena banyak mengandung lektin atau makanan yang bisa merangsang tubuh memproduksi banyak lendir adalah hidangan laut berwarna putih seperti cumi-cumi dan kakap putih, daging sapi, susu, keju hasil olahan industri, kacang merah, kacang tolo, roti, kue-kue, cake, kentang, kol, mangga, pepaya, jeruk impor, dan pisang. Juga bahan makanan olahan seperti sosis, kornet, dendeng, ham, dan daging asap, minyak jagung, minyak kacang tanah.

Pemilik golongan darah B adalah tipe kebalikan dari golongan darah A. Mereka diizinkan menyantap sumber hewani dengan porsi lebih banyak. Namun karena pemilik golongan B rentan terhadap penyakit autoimun dan serangan virus, mereka dianjurkan banyak mengonsumsi sayuran hijau yang kaya magnesium.

Daftar makanan yang diperbolehkan adalah daging sapi, domba, kelinci, ikan laut, semua produk susu, kecuali blue chesse dan es krim, telur ayam organik dan telur ayam kampung, minyak zaitun lebih dari satu sendok, beras merah, beras putih pecah kulit, beras putih tumbuk, bahan makanan dari bahan beras atau tepung beras, havermut, bekatul, semua jenis buah terlebih nanas sangat baik. Namun ada juga jenis buah yang harus diminimalkan konsumsinya, yaitu yang kaya lektin seperti kesemek, delima, belimbing, dan pir.

Selain itu, ia tidak diperbolehkan atau membatasi mengonsumsi ayam, kepiting, lobster, udang, kerang, scalop, remis, tiram, kodok, telur puyuh, telur bebek, minyak wijen, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai. Batasi juga konsumsi kelapa, santan, kedelai, kacang tanah, biji bunga matahari, biji labu, wijen, kacang mete, pistasio, tempe, tahu susu kedelai, kacang merah, kacang tolo, makanan dari terigu, mi instan, ketan, jagung, lobak, tomat, jagung, jagung muda.

Pola makan pemilik golongan darah AB adalah perpaduan antara pola makan golongan A dan B. Penyakit yang berisiko diderita adalah sinus, infeksi telinga, dan gangguan saluran napas. Berikut makanan yang dianjurkan. Hidangan laut, semua telur (kecuali telur bebek), susu fermentasi, minyak zaitun, minyak kanola, minyak kedelai, minyak kacang tanah, kacang tanah, semua jenis sayuran, semua jenis buah-buahan kecuali jeruk.

Untuk golongan AB ini, pantangannya tidak terlalu ketat, namun harus membatasi konsumsi daging sapi. lobster, udang, cumi, ikan ekor kuning, belut , teri, kodok . Hindari susu dan semua produk susu, daging olahan. Semua jenis kacang dikonsumsi sedikit-sedikit sambil mengamati reaksinya. Wijen dan minyak wijen perlu diwaspadai. Batasi konsumsi terigu dan makanan olahan seperti roti, cake, kue, pasta. Hindari pula, jagung, taoge, jamur, radis, dan jeruk.

Beruntunglah pemilik golongan darah O yang menyukai daging-dagingan. Mereka boleh menyantap daging sebanyak-banyaknya, kecuali daging olahan. Tetapi golongan ini harus mengimbanginya dengan mengonsumsi sayur-sayuran yang banyak pula. Boleh juga menyantap minyak jenis nabati, minyak zaitun, dan buah-buhan segar

Yang harus dihindari atau dibatasi adalah kol, brokoli, kembang kol, sawi, pokcoi, taoge, terong, jamur, dan kentang. Telur, susu, dan kacang-kacangan tak terlalu berguna lagi karena tubuh telah mendapat asupan dari sumber hewani. Juga terigu dan makan hasil olahannya tidak terlalu bermanfaat lagi. Bagi Anda yang sensistif, hindari jeruk karena berisiko keracunan usus. (Uci Anwar)***

Wednesday, January 09, 2008

Kenapa Pengen Selalu Paling Depan?

Tahun baru, jadi pengen bikin tag baru tentang keponakan. Ada apa dengan keponakan? Yah, masalahnya belakangan ini para ponakanku yang seabreg itu sering main/jalan bareng aku (disertai sang ortu, pastinya), dan banyak sekali obrolan2 mereka yang lucu atau pun terkadang mengejutkan.

Salah satu contohnya, ketika aku jalan2 bareng 3 ibu dan anak2nya. Ibu A dengan sepasang putra-putrinya, Ibu B dengan seorang putri, dan Ibu C dengan seorang putranya.

Dalam perjalanan ini, beberapa kali kami ganti bis. Nah, masalahnya, putra bungsu (usianya kalau nggak salah 4 tahun) Ibu A ini selalu menolak untuk mengantri. Setiap kami mengantri dengan tertib, Si Bungsu selalu berdiri di paling depan antrian, di depan orang2 Jepang yang sudah mengantri lebih dulu, yang diam tanpa protes, walaupun antriannya “dilangkahi” oleh pria mungil ini.

Tak hanya itu, di dalam bis pun, ia selalu berusaha untuk duduk paling depan, di belakang Pak Supir yang sedang bekerja, mengendalikan bis supaya baik jalannya..*lho, kok malah nyanyi*. Sampai akhirnya di antrian bis terakhir, Si Bungsu ini memisahkan diri dari ibunya, yang sedang singgah ke ATM. Berhubung para ibu lain sibuk dengan anak2nya, jadilah aku berusaha mengajak Si Bungsu untuk antri di belakang, karena saat itu dia malah sibuk memainkan pot berisi tanah di depan antrian, yang sangat dekat dengan jalur masuk bis ke halte ini. Saat itu aku agak susah bergerak, karena Si Sulung (7 tahun) dengan tenangnya menyandar padaku, sambil bermain dengan kedua anak lainnya.

Setelah beberapa kali tidak mengindahkan panggilanku, akhirnya putri Ibu B bertanya padanya,”Bungsu, kenapa sih kamu pengen selalu paling depan?” Si Bungsu masih diam, sambil kakinya tetap sibuk mengacak2 tanah di dalam pot tadi. “Dattee (= Abis)…,”suaranya terputus karena terkejut, ketika sebongkah besar tanah meloncat keluar dari pot. Dengan tampang masih kaget, dia melihat ke arahku takut2. Aku sih, boro2 mau menegur, yang ada geli sendiri melihat ekspresinya yang lucu itu.

Reaksi yang salah ternyata, karena dia dengan tenangnya melanjutkan lagi kesibukannya mengacak2 pot itu dengan ujung sepatunya, sampai si gadis kecil yang sebaya dengan kakaknya tadi mengulangi pertanyaannya, karena penasaran. Si Bungsu yang merasa pertanyaan itu mengganggu keasyikannya, menjawab keras2,”Dattee…(diam sejenak, heboh lagi dengan gumpalan tanah di ujung sepatunya)….”

“Kenapa?” tanya si gadis kecil ini lagi, nadanya gemas dengan jawaban menggantung Si Bungsu ini. “Datte saa…hayai da mun! (= Abisnya… cepet sih!)” Spontan kami semua nyengir, termasuk sebagian orang Jepang yang mengantri di depan kami… Hehehe, Bungsu…Bungsu…, wong bisnya sami mawon kok, nyampenya juga pasti bareng, lah!.

***

Nishi Chiba, 10 Januari 2008/1 Muharram 1429 H (03.10 JST)

*Di sela2 ngerjain setoran*

Kenapa Pengen Selalu Paling Depan?

Tahun baru, jadi pengen bikin tag baru tentang keponakan. Ada apa dengan keponakan? Yah, masalahnya belakangan ini para ponakanku yang seabreg itu sering main/jalan bareng aku (disertai sang ortu, pastinya), dan banyak sekali obrolan2 mereka yang lucu atau pun terkadang mengejutkan.

Salah satu contohnya, ketika aku jalan2 bareng 3 ibu dan anak2nya. Ibu A dengan sepasang putra-putrinya, Ibu B dengan seorang putri, dan Ibu C dengan seorang putranya.

Dalam perjalanan ini, beberapa kali kami ganti bis. Nah, masalahnya, putra bungsu (usianya kalau nggak salah 4 tahun) Ibu A ini selalu menolak untuk mengantri. Setiap kami mengantri dengan tertib, Si Bungsu selalu berdiri di paling depan antrian, di depan orang2 Jepang yang sudah mengantri lebih dulu, yang diam tanpa protes, walaupun antriannya “dilangkahi” oleh pria mungil ini.

Tak hanya itu, di dalam bis pun, ia selalu berusaha untuk duduk paling depan, di belakang Pak Supir yang sedang bekerja, mengendalikan bis supaya baik jalannya..*lho, kok malah nyanyi*. Sampai akhirnya di antrian bis terakhir, Si Bungsu ini memisahkan diri dari ibunya, yang sedang singgah ke ATM. Berhubung para ibu lain sibuk dengan anak2nya, jadilah aku berusaha mengajak Si Bungsu untuk antri di belakang, karena saat itu dia malah sibuk memainkan pot berisi tanah di depan antrian, yang sangat dekat dengan jalur masuk bis ke halte ini. Saat itu aku agak susah bergerak, karena Si Sulung (7 tahun) dengan tenangnya menyandar padaku, sambil bermain dengan kedua anak lainnya.

Setelah beberapa kali tidak mengindahkan panggilanku, akhirnya putri Ibu B bertanya padanya,”Bungsu, kenapa sih kamu pengen selalu paling depan?” Si Bungsu masih diam, sambil kakinya tetap sibuk mengacak2 tanah di dalam pot tadi. “Dattee (= Abis)…,”suaranya terputus karena terkejut, ketika sebongkah besar tanah meloncat keluar dari pot. Dengan tampang masih kaget, dia melihat ke arahku takut2. Aku sih, boro2 mau menegur, yang ada geli sendiri melihat ekspresinya yang lucu itu.

Reaksi yang salah ternyata, karena dia dengan tenangnya melanjutkan lagi kesibukannya mengacak2 pot itu dengan ujung sepatunya, sampai si gadis kecil yang sebaya dengan kakaknya tadi mengulangi pertanyaannya, karena penasaran. Si Bungsu yang merasa pertanyaan itu mengganggu keasyikannya, menjawab keras2,”Dattee…(diam sejenak, heboh lagi dengan gumpalan tanah di ujung sepatunya)….”

“Kenapa?” tanya si gadis kecil ini lagi, nadanya gemas dengan jawaban menggantung Si Bungsu ini. “Datte saa…hayai da mun! (= Abisnya… cepet sih!)” Spontan kami semua nyengir, termasuk sebagian orang Jepang yang mengantri di depan kami… Hehehe, Bungsu…Bungsu…, wong bisnya sami mawon kok, nyampenya juga pasti bareng, lah!.

***

Nishi Chiba, 10 Januari 2008/1 Muharram 1429 H (03.10 JST)

*Di sela2 ngerjain setoran*

Monday, January 07, 2008

Beberapa Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Muharram

Beberapa hari lagi kita akan memasuki Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1429 H. Untuk itu, dianjurkan agar dalam menyambut tahun baru tersebut kita melakukan perenungan tentang:

1. Syukur atas Usia yang diberikan Allah
Umur adalah nikmat yang diberikan Allah pada kita, dan jarang kita syukuri.
Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Allah.

2. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar.
Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh.
Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu, dan apa yang akan kita perbuat esok.

3. Mengenang Hijrah Rasulullah SAW
Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. Betapapun berat menegakkan agama Allah, tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan di dalamnya.

Beberapa Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Muharram

a. Bulan Haram

Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram." (Q.S. at Taubah :36).
Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada keempat bulan ini Allah melarang kaum muslimin untuk berperang. Dalam penafsiran lain adalah larangan untuk berbuat maksiat dan dosa. Namun bukan berarti berbuat maksiat dan dosa boleh dilakukan pada bulan-bulan yang lain.
Sebagaimana ayat Al Qur’an yang memerintahkan kita menjaga Shalat Wustha, yang banyak ahli Tafsir memahami shalat wustha adalah Shalat Ashar. Dalam hal ini, shalat Ashar mendapat perhatian khusus untuk kita jaga.
Firman Allah :
"Peliharalah segala shalat mu, dan peliharalah shalat wustha" (Q.S. al Baqarah :238) Nama Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Maka kembali pada permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, hal tersebut bermakna pengharaman perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah memiliki tekanan khusus untuk dihindari pada bulan ini.

b. Bulan Allah
Bulan Muharram merupakan suatu bulan yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah) sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis. Hal ini bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dengan lafdzul Jalalah (lafadz Allah). Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu pada yang lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan), sebagaimana istilah baitullah, Rasulullah, Syaifullah dan sebagainya.
Rasulullah bersabda :
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim)
c. Sunnah Berpuasa
Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh.
Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya :

1.Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Ibnu Abbas ra berkata :
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Ibnu Abbas ra berkata :
Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun
bersabda :
"Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian
“
Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim)
4.Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata :
Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim)
Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“
Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah   untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.

Bagaimana Berpuasa di bulan Asyuro :
Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits
- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
Puasa sebanyak tiga hari (9,10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut :
1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat,maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10)
2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).
Adapun puasa tanggal 9 dan 10, dinyatakan jelas dalam hadis yang shahih, dimana Rasulullah  pada akhir hidup beliau sudah merencanakan untuk puasa pada tanggal 9. hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya. Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang Yahudi.
Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja, sebagian ulama memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang lain.
Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa,sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha untuk menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

d. Diantara Peristiwa di Bulan Muharram
Pada tanggal 10 Muharram 61H, terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam, yaitu terbunuhnya Husein  cucu Rasulullah  di sebuah tempat yang bernama Karbala. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan “Peristiwa Karbala”. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu’awiyah, meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.
Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya, apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah , dan kita tentu mencintai dan memuliakannya. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah , hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri, menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah  yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah), pdahal kenyataanya tidak demikian.

e. Adat Istiadat di Tanah Air
Pada awal Muharram, yang sering dikenal dengan istilah 1 Suro, di tanah air sering diadakan acara ritual dan adat yang beraneka macam bahkan tidak jarang mengarah pada kesyirikan, seperti meminta berkah pada benda-benda yang dianggap keramat dan sakti, membuang sesajian ke laut agar Sang Dewi penjaga laut tidak marah dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini harus dihindari oleh setiap muslim dimanapun mereka berada.
Rasulullah  telah mengajarkan pada kita agar memiliki jati diri sebagai seorang Muslim dalam kehidupan. Jangan sampai seorang muslim mudah terbawa oleh budaya atau ritual agama lain dalam menjalankan ibadah pada Allah. Ajaran yang dibawa Rasulullah telah jelas dan sempurna tidak layak bagi kita untuk menambah atau menguranginya.
Karena sebaik-baik pedoman adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, yang tidak ada keselamatan kecuali dengan berpegang kepada keduanya dengan mengikuti pemahaman para sahabat, tabi'in dan penerus mereka yang setia berpegang kepada sunnahnya dan meniti jalannya, adapun hal-hal baru dalam masalah agama adalah sesat sedangkan kesesatan itu akan menghantarkan ke neraka, wal'iyadzubillah.
         Smoga kita selalu diberi taufiq dan dibimbing oleh Allah swt. Kejalan-Nya yang lurus serta mendapatkan keridhaan dan ampunany-Nya, amin ya rabbal 'alamin.

Oleh: Islamhouse team Indonesia
( Dari sini)

Hotate & Bakso Udang Sayuran Saus Tiram Kecap


Description:
Judulnya puanjang banget, yak;D. Ceritanya begini: pas pulang badminton hari Minggu kemaren, diajakin Dwi ke Food Market (yg ternyata deket banget dari rumahku). Di sana nemu bakso udang halal plus hotate yg super murah! Jadilah daku membelinya...dan setelah mikir2, jadilah masakan ini:).

BTW, hotate itu Bhs. Indonesianya apa, ya? Tiram atau kerang? *bingung mode on*

Ingredients:
- Hotate (sekitar 20 buah)
- Bakso udang (16 butir)
- Sayuran beku campuran 2 bks (@320 gr), isi baby corn, brokoli, kembang kol, wortel, dan asparagus
- Saus tiram
- Kecap asin
- Kecap manis
- Lada putih bubuk
- Lada hitam bubuk
- Bawang putih bubuk
- Gula
- Garam
- Air panas 100 ml
- Minyak goreng untuk menumis.


Directions:
1. Tumis hotate dan bakso udang, masukkan bawang putih bubuk, aduk hingga setengah matang.
2. Masukkan sayuran beku, air panas, gula, garam, kecap asin, kecap manis, saus tiram, lada hitam, dan lada putih.
3. Aduk hingga rata, didihkan, dan siap dihidangkan.

Beberapa Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Muharram

Beberapa hari lagi kita akan memasuki Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1429 H. Untuk itu, dianjurkan agar dalam menyambut tahun baru tersebut kita melakukan perenungan tentang:

1. Syukur atas Usia yang diberikan Allah
Umur adalah nikmat yang diberikan Allah pada kita, dan jarang kita syukuri.
Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Allah.

2. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar.
Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh.
Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu, dan apa yang akan kita perbuat esok.

3. Mengenang Hijrah Rasulullah SAW
Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. Betapapun berat menegakkan agama Allah, tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan di dalamnya.

Beberapa Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Muharram

a. Bulan Haram

Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram." (Q.S. at Taubah :36).
Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada keempat bulan ini Allah melarang kaum muslimin untuk berperang. Dalam penafsiran lain adalah larangan untuk berbuat maksiat dan dosa. Namun bukan berarti berbuat maksiat dan dosa boleh dilakukan pada bulan-bulan yang lain.
Sebagaimana ayat Al Qur’an yang memerintahkan kita menjaga Shalat Wustha, yang banyak ahli Tafsir memahami shalat wustha adalah Shalat Ashar. Dalam hal ini, shalat Ashar mendapat perhatian khusus untuk kita jaga.
Firman Allah :
"Peliharalah segala shalat mu, dan peliharalah shalat wustha" (Q.S. al Baqarah :238) Nama Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Maka kembali pada permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, hal tersebut bermakna pengharaman perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah memiliki tekanan khusus untuk dihindari pada bulan ini.

b. Bulan Allah
Bulan Muharram merupakan suatu bulan yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah) sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis. Hal ini bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dengan lafdzul Jalalah (lafadz Allah). Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu pada yang lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan), sebagaimana istilah baitullah, Rasulullah, Syaifullah dan sebagainya.
Rasulullah bersabda :
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim)
c. Sunnah Berpuasa
Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh.
Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya :

1.Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Ibnu Abbas ra berkata :
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Ibnu Abbas ra berkata :
Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun
bersabda :
"Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian
“
Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim)
4.Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata :
Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim)
Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“
Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah   untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.

Bagaimana Berpuasa di bulan Asyuro :
Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits
- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
Puasa sebanyak tiga hari (9,10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut :
1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat,maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10)
2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).
Adapun puasa tanggal 9 dan 10, dinyatakan jelas dalam hadis yang shahih, dimana Rasulullah  pada akhir hidup beliau sudah merencanakan untuk puasa pada tanggal 9. hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya. Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang Yahudi.
Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja, sebagian ulama memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang lain.
Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa,sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha untuk menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

d. Diantara Peristiwa di Bulan Muharram
Pada tanggal 10 Muharram 61H, terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam, yaitu terbunuhnya Husein  cucu Rasulullah  di sebuah tempat yang bernama Karbala. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan “Peristiwa Karbala”. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu’awiyah, meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.
Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya, apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah , dan kita tentu mencintai dan memuliakannya. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah , hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri, menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah  yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah), pdahal kenyataanya tidak demikian.

e. Adat Istiadat di Tanah Air
Pada awal Muharram, yang sering dikenal dengan istilah 1 Suro, di tanah air sering diadakan acara ritual dan adat yang beraneka macam bahkan tidak jarang mengarah pada kesyirikan, seperti meminta berkah pada benda-benda yang dianggap keramat dan sakti, membuang sesajian ke laut agar Sang Dewi penjaga laut tidak marah dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini harus dihindari oleh setiap muslim dimanapun mereka berada.
Rasulullah  telah mengajarkan pada kita agar memiliki jati diri sebagai seorang Muslim dalam kehidupan. Jangan sampai seorang muslim mudah terbawa oleh budaya atau ritual agama lain dalam menjalankan ibadah pada Allah. Ajaran yang dibawa Rasulullah telah jelas dan sempurna tidak layak bagi kita untuk menambah atau menguranginya.
Karena sebaik-baik pedoman adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, yang tidak ada keselamatan kecuali dengan berpegang kepada keduanya dengan mengikuti pemahaman para sahabat, tabi'in dan penerus mereka yang setia berpegang kepada sunnahnya dan meniti jalannya, adapun hal-hal baru dalam masalah agama adalah sesat sedangkan kesesatan itu akan menghantarkan ke neraka, wal'iyadzubillah.
         Smoga kita selalu diberi taufiq dan dibimbing oleh Allah swt. Kejalan-Nya yang lurus serta mendapatkan keridhaan dan ampunany-Nya, amin ya rabbal 'alamin.

Oleh: Islamhouse team Indonesia
( Dari sini)

Sunday, January 06, 2008

Nabe Party - 5 Januari 2008




Sabtu kemaren ada acara nabe party di rumah temen di daerah Higashi Koganei. Acaranya seru dan rame, kebayang lah, 15 wanita berkumpul, hehehe;D.

Setelah perkenalan dan sedikit tausyiah, ada game (aku menang, lho, hihihi;D...dapet hadiah coklat, nyam nyam:D). Setelah itu sholat Dhuhur, dan ... makaaaan:).

Menu nabenya kali ini enak banget, karena dicampur dengan kimchi (yang berkat pengertian para hadirat sekalian, standar pedesnya disesuaikan dengan si bonek di bawah umur ini, hihihi...;P). Softwarenya juga macem2: udang, kerang, jamur merang dan jamur kuping, jamur enoki, tofu, sawi, nira (sebangsa kucai), dan entah apa lagi deh....pokonya uenak tenan!

Habis makan sambil ngobrol2, ada kisah menarik tentang calon muallaf, marinir Amrik yang bingung milih nama: Ali (yang melambangkan kecerdasan) atau Yusuf (yang melambangkan ketampanan):P. Akhirnya?... Ali lah yang dipilih:).

Setelah itu kita pun sholat, beres2, dan pulang. Seneng banget, semoga segera bisa ketemuan lagi dengan para hadirat ini:).
Ada tambahan 12 foto dari sini , makasih banget yaaa:P